Postingan

Puisi: Metamorfosis (Karya Nersalya Renata)

Metamorfosis setelah meninggal kakek menjadi angka delapan digit bersemayam dalam rekening nenek. Jakarta, 2013 Sumber: Lima Gambar di…

Puisi: Ulat dan Kupu-Kupu (Karya Bambang Set)

Ulat dan Kupu-Kupu Walau bagaimana kau tetaplah ulat sekalipun kelak kau kupu-kupu Tak mudah kulupa tentang jepit daun luka dimana-mana saat pagi men…

Puisi: Malin Kundang (Karya Nezar Patria)

Malin Kundang Bahkan saat dikutuk menjadi kepompong batu, engkau kalahkan suntuk panjang itu dengan menggambar kembali dirimu. Titik demi titik, lalu…

Puisi: Emotikon (Karya Melki Deni)

Emotikon Emotikon adalah zombi yang takut sendirian, dan ingin selalu memasuki lorong kepala dan nasib kita. Ia mengatakan diri sebagai metamorfosis …

Puisi: Celah (Karya Remy Sylado)

Celah Ada siapa yang bisa uraikan alur besok-lusa setelah terbenam matari menyusul gilir tulat-tubin Kalau t…

Puisi: Di Kedai Kopi Fort Rotterdam (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Di Kedai Kopi Fort Rotterdam dalam gelas kopi yang sisa hanya ampas puisi dan gumam getas endapan malam di meja kayu angin …

Cara Belajar Bahasa Inggris dari Nol

Bahasa Inggris nampaknya telah memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan keseharian masyarakat kita. Bahkan saking eratnya, Bahasa Inggris telah …

Tips Memulai Bisnis Usaha Kecil bagi Pemula

Tak gampang memulai bisnis atau usaha sendiri, terutama bagi pemilik modal pas-pasan, karena selain akan menghadapi kendala modal untuk pengembangan…

Puisi: Jogja (Karya Fikar W. Eda)

Jogja (mengenang tragedi 27 Mei 2006) Di pagi yang belum sempurna Jogja datang kepadaku dengan tubuh penuh …
© Sepenuhnya. All rights reserved.