Postingan

Puisi: Membaca (Karya Mahdi Idris)

Membaca Aku membaca Nama-Mu di awan kau melukis diri dengan lafaz yang kutahu aku belajar membaca dari kalimat nama-Mu. Jika engkau su…

Puisi: Dalam Cahaya Mata Ibu (Karya Tjahjono Widarmanto)

Dalam Cahaya Mata Ibu dalam cahaya mata ibu aku belajar merangkai kata untuk menuliskan rasa cinta mengabarkan rindu pada Tuhan yang tak per…

Puisi: Doktorandus Tikus (Karya F. Rahardi)

Doktorandus Tikus (1) selusin toga me nga nga seratus tikus berkampus di atasnya dosen dijerat profesor diracun kuci…

Puisi: Instrumentalia (Karya Gunoto Saparie)

Instrumentalia denting piano menggema dalam hening malam menembus kegelapan menuju gugusan bintang kutangka…

Puisi: Penumpang (Karya Iyut Fitra)

Penumpang Bukan tentang lengang. tapi perihal yang membuat mimpi terbelah sebagaimana burung-burung seolah ter…

Puisi: Di Musim Pemilu (Karya Nezar Patria)

Di Musim Pemilu Di musim pemilu ada pesan hujan yang tak terlihat: pada perahu kertas telah dilipat suara-suara palsu tak perlu kornea baru cobalah r…

Puisi: Di Tirtagangga (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Di Tirtagangga langit tiba kelabu sehelai bulu matamu luruh ke tengah telaga "ricik air dan sepoi angin, mataku ingin te…

Puisi: Jin (Karya Mohammad Diponegoro)

Jin (Puitisasi terjemahan al-Qur’an surat  Al-Jinn: ayat 1-28) Katakan: Wahyu telah dibukakan padaku bahwa sekelompok jin pada menyimak lalu mengaku:…

Puisi: Ambulans (Karya Melki Deni)

Ambulans Ambulans, apakah kau tak pernah peluh keletihan mengantar mayat-mayat, kesayangan Tuhan itu ke sana kemari? Sirene adalah suara mayat yang m…
© Sepenuhnya. All rights reserved.