Postingan

Puisi: Mantra Kematian (Karya Herman RN)

Mantra Kematian O, aku sudah melangkah ke masjid, gereja, pura, dan wihara Tak kudapati sebuah pun kitab yang mendidik saling tusuk dan tembak …

Puisi: Dalammu (Karya Upita Agustine)

Dalammu Dalam teriknya panasmu Dalam gemuruhnya lautmu Dalam sayupnya bintang pari Dalam nyala kapal-kapal nelayan Dalam hati…

Puisi: Pertama Kali Jatuh Cinta (Karya Rahman Arge)

Pertama Kali Jatuh Cinta Aku jatuh cinta pertama kali Pada gadis seusia embun yang bergetar di dahan-dahan pagi Kijang keperakan dari tuah tanah Luwu…

Puisi: Selamat Tinggal Langit (Karya F. Aziz Manna)

Selamat Tinggal Langit selamat tinggal langit. hujan dan matahari tak bisa lagi mengelabui. angin pun tak menjangkau dan melimbungkan. …

Puisi: Langit (Karya Fitri Yani)

Langit wahai langit dari segala langit, pemilik tujuh lapisan istana bentangkanlah tubuhmu bagi sekawanan burung, setangkup awan, d…

Puisi: Mencari Dewata (Karya Toto ST Radik)

Mencari Dewata Hari-hari pun galau hujan dan kemarau di pulau-pulau kemudian kita mengembara mencari d…

Puisi: Surga dan Neraka (Karya Syamsiar Seman)

Surga dan Neraka Ada dua buah tempat, dalam akhirat Surga dan Neraka. Surga tempat kesenangan. Tempat …

Puisi: Sembahyang (Karya Syamsiar Seman)

Sembahyang Si Muslim Kecil pakai kopiah. Berbaju putih sarongnya indah. Ibunya heran melihat si Muslim. Be…

Puisi: Berwudhu (Karya Syamsiar Seman)

Berwudhu Si Muslim Kecil sudah pandai berwudhu. Berwudhu, mengambil air sembahyang. Dia sering melihat ayah da…
© Sepenuhnya. All rights reserved.