Postingan

Puisi: Bencana (Karya Khresna Aryandaputrap)

Bencana Kini kota menjadi mati Kaku dan membeku Aku sungguh tak sanggup Melihat kota itu         Di sana orang telah menjadi ikan         Dihanyutkan…

Puisi: Pohon Purba (Karya Frans Nadjira)

Pohon Purba Kita milik kisah pohon purba Telanjang meringkuk di dinding batu. Wajah kita gambar-gambar sederhana               …

Puisi: Menabung (Karya Budi Wahyono)

Menabung Menabung tidak harus dalam bentuk recehan uang yang terlihat menumpuk yang kamu masukkan dalam bumbung sampai bunyinya terdengar membubung a…

Puisi: Di Tebing Waktu, Meditasi (Karya Ahmad Nurullah)

Di Tebing Waktu: Meditasi (1) Sebelum jagat raya diciptakan, apa yang dilakukan Tuhan? Sunyi. Di teras: waktu merayap Malam mengalir. A…

Puisi: Gotong Royong (Karya Budi Wahyono)

Gotong Royong Gotong-royong itu tidak hanya tergambar pada sejumlah bapak tua dan muda yang serentak memikul rumah bersama-sama. Kerja bakti membersi…

Puisi: Aku Menulis (Karya Ahda Imran)

Aku Menulis Ketika malam menarik senja dengan kasar ketika hujan tak sampai ke sungai ketika ikan-ikan yang menggelepar ditinggalkan …

Puisi: Berangkat Sekolah (Karya Raeditya Andung Susanto)

Berangkat Sekolah Suara hujan mengetuk pintu rumahku sejak subuh tadi dingin masih enggan beranjak pergi padahal sudah pukul enam pagi Hujan bukanlah…
© Sepenuhnya. All rights reserved.