Puisi: Rumah Pohon (Karya Sindhunata) Rumah Pohon Sekarang Kotir sudah senang selesai sudah pengembaraan ia pulang kandang tahu-tahu rumahnya sudah tenang. Bersayapkan burung sriti harum …
Puisi: Expresi (Karya N. A. Hadian) Expresi Terimalah sunyiku dari semua kebahagiaan yang padamu yang kakinya kusurukkan di bawah meja seorang arsitek Dalam sedih kulupa kau bukan sebab…
Puisi: Terlalu Banyak Kita Kehilangan (Karya Dodong Djiwapradja) Terlalu Banyak Kita Kehilangan Inilah sebagian dari mimpi yang mestinya terjadi dulu waktu sekolah, ketika seorang dari kita m…
Puisi: Patah Bingkai, Sabai (Karya Esha Tegar Putra) Patah Bingkai, Sabai Sudah kubenam betung itu dalam-dalam, Sabai di lubuk larangan di tempat seribu telur ikan puyu menetas dalam…
Puisi: Hukum (Karya Sam Haidy) Hukum Hukum ibarat dua mata pisau : Yang tajam buat rakyat Yang tumpul buat pejabat. Cara yang adil memakainya Adalah menusukkannya! …
Puisi: Silaturahmi (Karya Dimas Arika Mihardja) Silaturahmi Sekian kali kukunjungi makam-makam peradaban di altar persembahan kita sama merasa asing oleh derap-waktu dan tahu jalan yang d…
Puisi: Serenada Cinta (Karya Dimas Arika Mihardja) Serenada Cinta (: spesial untukmu dan untuk-Mu) Senja tiba-tiba berkabut, kusebut nama-Mu dalam hening rantin…
Puisi: Bedaya (Karya A. Damhoeri) Bedaya Jika tidak karena bedaya Ta' beginilah jiwa; Jika tidak karena penari, Ta' beginilah hati. Hatiku sudah dicuri Penari, Dengan gerakan …
Puisi: Merenai (Karya A. Damhoeri) Merenai Kekasihku, Marilah diri! Kita merenai berperi-peri, Melagukan kehijauan, Kemolekan - keindahan, Tanah air kita, Yang serana pengikat mata. Ak…