Postingan

Puisi: 1992 (Karya Oka Rusmini)

1992 pertemuan itu, jadi benih pulau, bongkahan karang dan pasir, kukenang seperti anak sungai yang melarutkan wujud perempuanku. ''…

Puisi: Gerbang Kampus (Karya Melki Deni)

Gerbang Kampus Kita saksikan tukang ojek, penjual penganan, pengemis, dan pemulung di depan gerbang kampus. Kita pun paham gerbang kampus adalah bat…

Puisi: Pahala dan Dosa (Karya Zeffry J. Alkatiri)

Pahala dan Dosa Dizholimi = berpahala Menzholimi = berdosa Menutup aib = berpahala Membuka aib = berdosa Meluaskan silaturahim…

Puisi: Garis (Karya Mansur Samin)

Garis Ini, matari terbit lagi Seperti apa yang kita saksikan kemarin akan kembali keribaan malam Terus lencarkan aksi perlawanan menggariskan pandan…

Puisi: Burung Tersesat (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Burung Tersesat di hatiku tersesat burung kecil dan renta. dahan-dahan tak menyediakan tempat buat sarang-sarangnya. daun gugur berubah sarang-sarang…

Puisi: Dzikir Anak Laut (Karya Deny Pasla)

Dzikir Anak Laut Aku dengar semalam suntuk derumu yang pilu menyeru anak laut berdzikir Kepada daratan, kota-kota di dunia karena mereka tak pe…

Puisi: Memperanakkan Boneka (Karya Melki Deni)

Memperanakkan Boneka (1) Saya duduk di depan layar televisi. Menyaksikan artis memperanakkan boneka. Boneka itu lahir dari sumur kepalanya, yang airn…

Puisi: Masjid Baiturrahman, Semarang (Karya Gunoto Saparie)

Masjid Baiturrahman, Semarang seusai salat subuh jari-jari pun meniti tasbih tenggelam dalam zikir ya, allah maha besar sejuk angin pa…

Puisi: Sehabis Pemakaman (Karya Gunoto Saparie)

Sehabis Pemakaman hanya sunyi yang tersisa senja ini ketika para pelayat beranjak pergi ada gelap merapat ke pekuburan tipis batas dunia …
© Sepenuhnya. All rights reserved.