Postingan

Puisi: Sajak Mabuk Reformasi (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sajak Mabuk Reformasi Tuhan, maafkan, aku mabuk lagi dalam pusingan anggur reformasi menggelepar ditindih b…

Puisi: Sebuah Bank (Karya Wiji Thukul)

Sebuah Bank Sebuah bank memasang iklan ukuran setengah halaman koran, teriaknya: Dirgahayu Republik Indonesia 51 th Dengan huruf kapit…

Puisi: Asal-Usul Polisi Tidur (Karya Binhad Nurrohmat)

Asal-Usul Polisi Tidur Jalan raya itu dahulu mulus dan rata motor yang lewat kebut-kebutan aja. Lantaran marah, masyarakat sirna akalnya …

Puisi: Makan Pagi dan Bersambung (Karya Yuswadi Saliya)

Makan Pagi dan Bersambung 1. rasa turun di kota dari Bandung masih pagi , melompati rel, terlihat sebatang rokok masih mengasap, lebih dari separuh; …

Puisi: Hilang (Karya Bambang Sarwono)

Hilang sehabis tiada suara lalu gelap semata pada mata tiba-tiba, Tuhan terbata-bata : "Ada!" Ada lampu itukah sinar perindu? sepi. Duduk d…

Puisi: Keajaiban Musim (Karya Frans Nadjira)

Keajaiban Musim Keajaiban musim memeluk kota Yang menghadap ke laut. Seperti kita yang bertukar nafas di ranjang Ketika malam menghubungka…

Puisi: Diameter Cinta (Karya A. Muttaqin)

Diameter Cinta Aku mencintaimu, karena kerap kusesap susumu. Kau yang tak bisa kusebut sebagai ibuku. Kau yang tak bisa kusebut seb…

Puisi: Malu (Karya Aspar Paturusi)

Malu jangan biarkan menebal kulit muka rasa malu tak bisa menghiasi wajah jangan biarkan hati nurani membatu nanti kian tak peduli pada k…

Puisi: Di Boulevard, UGM (Karya Raudal Tanjung Banua)

Di Boulevard, UGM Berdiri di sini di sisi Pinus Merkusi tua kita menjelma nafas hidupnya; pucuk menusuk langit tinggi akar tetap tegak di…
© Sepenuhnya. All rights reserved.