Puisi: Dimakan Api Unggun (Karya Bung Karno) Dimakan Api Unggun Saya merasa diri saya sebagai sepotong kayu dalam satu gundukan kayu api unggun sepotong dari pada ratusan atau ribuan kayu di dal…
Puisi: Undang-Undang (Karya Bung Karno) Undang-Undang Jiwa ular kambang dan jiwa inlander itulah racun yang menghinggapi kita di tahun-tahun yang terakhir ini Jikalau ingin merdeka sejati-j…
Puisi: Balada Nelayan Pantai Srandil (Karya Diah Hadaning) Balada Nelayan Pantai Srandil Laut pantai Srandil mengirim ombak-ombaknya mengirim harapan berkepanjangan mengirim ikan-ikan mengirim seny…
Puisi: Dalam Kabut Purba (Karya Leon Agusta) Dalam Kabut Purba Kini, kita saksikan Kabut purba menyelimuti gundukan-gundukan kering Tempat kita berdiri. Berhimpun bagai orang-orang sesat…
Puisi: Sajak 1969 (Karya Budiman S. Hartoyo) Sajak 1969 Hujan Desember masih bertahan sejak siang Renyai. Mengurung waktu Senja semakin asing kota pun malas terkantuk-kantuk Segalan…
Puisi: Silsilah yang Terpenggal (Karya Alex R. Nainggolan) Silsilah yang Terpenggal : ibu jika aku menjelma jadi batu apakah engkau akan memanggilku malin kundang ? bebal dihantam linu nas…
Puisi: Mengerjakan Cinta (Karya A. Muttaqin) Mengerjakan Cinta Semoga cinta dan cium dan kangenku selalu tercurah kepadamu. Kau yang teberkahi, terjaga dari seg…
Puisi: Pertemuan (Karya Budiman S. Hartoyo) Pertemuan Mengapa kau mengendap-endap di sana memburu jalanku berkelana? Dialah bayangku yang setia mengekorku dalam dosa dan kenang D…
Puisi: Semangkuk Kecil Nasi Sehari (Karya Bung Karno) Semangkuk Kecil Nasi Sehari Kita negara-negara berpolitik bebas di dunia yang mengakui dan menerima kenyataan adanya bangsa-bangsa yang baru bangkit …