Postingan

Puisi: Sajak 1969 (Karya Budiman S. Hartoyo)

Sajak 1969 Hujan Desember masih bertahan sejak siang Renyai. Mengurung waktu Senja semakin asing kota pun malas terkantuk-kantuk Segalan…

Puisi: Silsilah yang Terpenggal (Karya Alex R. Nainggolan)

Silsilah yang Terpenggal : ibu jika aku menjelma jadi batu apakah engkau akan memanggilku malin kundang ? bebal dihantam linu nas…

Puisi: Mengerjakan Cinta (Karya A. Muttaqin)

Mengerjakan Cinta Semoga cinta dan cium dan kangenku selalu tercurah kepadamu. Kau yang teberkahi, terjaga dari seg…

Puisi: Pertemuan (Karya Budiman S. Hartoyo)

Pertemuan Mengapa kau mengendap-endap di sana memburu jalanku berkelana? Dialah bayangku yang setia mengekorku dalam dosa dan kenang D…

Puisi: Semangkuk Kecil Nasi Sehari (Karya Bung Karno)

Semangkuk Kecil Nasi Sehari Kita negara-negara berpolitik bebas di dunia yang mengakui dan menerima kenyataan adanya bangsa-bangsa yang baru bangkit …

Puisi: Sehabis Menari (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Sehabis Menari sehabis menari perempuanku menggaris langit jadi padang baru. demikianlah! aku pun ingin terus menari bersamamu dan di pada…

Puisi: Minum Seni dan Kultur (Karya Bung Karno)

Minum Seni dan Kultur Kita bergerak karena kesengsaraan kita Kita bergerak karena ingin hidup yang lebih layak dan sempurna Kita bergerak tidak karen…

Puisi: Sebuah Menara (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Sebuah Menara kita saksikan: arak-arakan para pengungsi dan keledai-keledai tanpa beban . mereka kibarkan selembar bendera. harapan berserakan di ant…

Puisi: Menggerakkan Tenaganya (Karya Bung Karno)

Menggerakkan Tenaganya Diberi hak-hak atau tidak diberi hak Diberi pegangan atau tidak diberi pegangan Diberi penguat atau tidak diberi penguat Tiap-…
© Sepenuhnya. All rights reserved.