Postingan

Puisi: Polisi Mati Tadi Pagi (Karya Cucuk Espe)

Polisi Mati Tadi Pagi Di kotaku polisi mati tadi pagi Roboh dihantam dua peluru Oleh penembak yang tak terburu Hilang di tikungan sepi ber…

Puisi: Tetap Sendiri (Karya Remy Sylado)

Tetap Sendiri Tiada teman datang dalam susahku Barangkali sendiri aku hadapi ajal Tapi tak pernah aku lupakan kodratku Dulu aku hadir sendi…

Puisi: Doa Pertobatan (Karya Remy Sylado)

Doa Pertobatan Doakan pertobatan bagi pendeta dan pastor yang sehari-hari dilayani dan bukan melayani Doakan pertobatan bagi manajer rumah s…

Puisi: Sebatang Pohon yang Rindang (Karya Kurniawan Junaedhie)

Sebatang Pohon yang Rindang ( Ulang tahun Ayah ke-85 tahun ) Bagiku ayah adalah sebatang pohon tua yang rindan…

Puisi: Percakapan Pohon (Karya Joshua Igho)

Percakapan Pohon Aku mendengar percakapan pohon yang terbawa desir angin dari arah perbukitan percakapan gelisah membuncah atas nasib me…

Puisi: Di Padang Pasir (Karya Remy Sylado)

Di Padang Pasir (Nyanyian Hagar, dari adegan 22) Di padang pasir Seekor onta tegak jalannya Kendati angin…

Puisi: Aku Nelayan di Atas Sampan (Karya Remy Sylado)

Aku  Nelayan di Atas Sampan Engkau menangkap ikan dengan jaring aku dengan kata-kata. Engkau menyatakan cin…

Puisi: Sajak (Karya Widjati)

Sajak Sungguh! Adalah kata-kata sekarat Pengelap sisa-sisa kotoran Di atas meja Perutku merasa jadi sa…

Puisi: Di Antara Bayang-Bayang (Karya Widjati)

Di Antara Bayang-Bayang Beribu sajakmu kembali membakar menghanguskan ragaku Menjelma serpihan topan lumpur dan batu-batu Duniamu yang belum …
© Sepenuhnya. All rights reserved.