Postingan

Puisi: Sajak Abadi (Karya D. Kemalawati)

Sajak Abadi Hidup berpilin-pilin dalam gelombang sajak-sajak di kaki pertokoan terjerat benang kusut merim…

Puisi: Doa Sebatang Lilin (Karya Pesu Aftarudin)

Doa Sebatang Lilin Lilin yang memakan dagingnya sendiri dengan khusu ia berdoa di sebuah kamar Tuhan sudah cukupkah ibadat setelah terang kembali pad…

Puisi: Selembar Bendera (Karya Agit Yogi Subandi)

Selembar Bendera Selembar bendera berat berkibar di bawah guyur hujan. 2009 Analisis Puisi: Puisi "Selembar Bendera" karya Ag…

Puisi: Sketsa (Karya Leon Agusta)

Sketsa  (I) ada ular menjalar ke atas kertasku ingin mencatatkan desis dengan lidahnya yang berbisa tapi ia tak mempunyai kata-kata diusapka…

Puisi: Di Kedai Makan (Karya Esha Tegar Putra)

Di Kedai Makan Di atas lempeng logam berundak kami duduk menghadap ketan hitam, santan kelewat manis dan pisang batu masak diperam. Kau …

Puisi: Secangkir Teh pada Saat Hujan (Karya Agit Yogi Subandi)

Secangkir Teh Pada Saat Hujan Dulu, kita sering minum teh di teras, ketika hujan mengeras. kita dengar ri…

Puisi: Malam Pun Gelisah (Karya Gunoto Saparie)

Malam Pun Gelisah ada yang menembang megatruh suaranya rawan, sayup, dan jauh ada yang melangkah terseret di luar pintu ada angin bertiup pe…

Puisi: Aku Samudra (Karya Ariadi Rasidi)

Aku Samudra Aku samudra tak lekang oleh panas dan malam airku terus mengalir tak pernah surut meski mentari setia memanggang setiap hari Diriku adala…

Puisi: Selalu Aku Menjelma dalam Hujan (Karya Mochtar Pabottingi)

Selalu Aku Menjelma dalam Hujan A Pada mulanya adalah panah-panah air     yang menari berloncatan di atas genang     di tabuh tambur daunan pohon-poh…
© Sepenuhnya. All rights reserved.