Puisi: Rasa Dosa (Karya Subagio Sastrowardoyo) Rasa Dosa Muka putih di jendela Mengikut aku dari subuh Semua kekal Nyawa Jejak membekas di lumpur h…
Puisi: Menikah (Karya Taufik Ikram Jamil) Menikah telah kunikahi dikau dengan jarak sebagai maskawin walimu adalah dekat tidak tergapai sedangkan saksinya jauh tiada berjarak melingkarkan cin…
Puisi: Iktikaf (Karya Mahdi Idris) Iktikaf Di sudut masjid aku duduk kusyuk dalam zikir bibir bergetar ingatan beku; kalamku kaku. Sepekan sekali menjelang k…
Puisi: Mezbah (Karya Goenawan Mohamad) Mezbah Mezbah ini sebuah kota yang tak menyebutkan namanya seperti kamar mayat sementara. Tak ada tempat yang lapang …
Puisi: Aku Adalah (Karya Aspar Paturusi) Aku Adalah tagihan menumpuk di hatiku agar aku beramal baik selalu paham makna kebenaran kejujuran atau pun keadilan tak pernah cukup upayaku memenuh…
Puisi: Hikayat Aradea (Karya Ahda Imran) Hikayat Aradea Menyerupai hewan pengerat seseorang berdiam dalam kepalaku dipecahkannya pembuluh darahku sehingga otakku tergenang dalam d…
Puisi: Padang Katelong (Karya D. Zawawi Imron) Padang Katelong Bergoyang kuda putih gempita padang katelong Bergerak satria putih mayat-mayat bergelimpa…
Puisi: Mengukir Tubuhmu (Karya Acep Zamzam Noor) Mengukir Tubuhmu Duabelas jam aku mengukir tubuhmu Menjadi hujan. Tubuhmu menaburkan sunyi Yang terpendam di belantara ingatan Tubuhmu sul…
Puisi: Song for Sabrinna (Karya Dorothea Rosa Herliany) Song for Sabrinna Sebab gorden terbuka. dan wajahmu mengabur dalam hujan di kaca jendela dalam usia yang merambat pada kalender abad-abad …