Puisi: Kota yang Terkunci dari Dalam (Karya Deddy Arsya) Kota yang Terkunci dari Dalam Pintu-pintu dari baja engsel-engsel besar dan kunci dengan gembok berkarat dinding-dinding berwarna cokelat lumut-lumut…
Tantangan Mendapatkan Tiket Konser K-Pop: Antara Harapan dan Realita Oleh Intan Trinanda Sebagai penggemar berat Enhypen, perjalanan saya dimulai sejak debut mereka yang memikat perhatian di "I-LAND". Dari pe…
Puisi: Elegi Tanah Airku (Karya Aspar Paturusi) Elegi Tanah Airku Indonesia tanah tumpah darahku, jangan lagi menangis apalagi mata air airmatamu sudah kering Indonesia kebangsaanku, berhentilah te…
Puisi: Bulan Kesumba (Karya Surachman R.M.) Bulan Kesumba Lidah-lidah keparat Yang merangsang tubuhku hangat Mengguncang-guncang bulan kesumba Pada cuaca purnama. Dan dendam hitam …
Puisi: Masih Percaya? (Karya Aspar Paturusi) Masih Percaya? sejarah bersaksi rasa percaya meleleh dari gedung-gedung dari kantor-kantor dari bingkai-bingkai dari mimbar-mimbar dari pidato dari s…
Puisi: Palu-Arit (Karya Cucuk Espe) Palu-Arit Namaku palu Tugasku menancapkan paku Atau memecah batu Namaku arit Tugasku memotong rumput Tajamku pun selangit Palu d…
Puisi: Sajak Cinta (Karya Beni Setia) Sajak Cinta kekasih, kupilih sebuah granat untuk cinta kasih yang sejati logam yang hitam dan dingin ini, berkotak-kotak lewat gurat garit kusaksikan…
Puisi: Doa Akhir Tahun Masehi (Karya Aspar Paturusi) Doa Akhir Tahun Masehi di akhir tahun ini kubukalah semua tubuhku pikiranku jiwaku namun tetap tak kutahu apakah aku sudah bersih dari dosa, nafsu …
Puisi: Tarawih (Karya Aspar Paturusi) Tarawih tak kau lihat ada setumpuk kata di halaman ingin menghimpun diri ke dalam satu kalimat namun kini tak ada yang mengandung makna walau hanya s…