Postingan

Puisi: Pesta di Kebun (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Pesta di Kebun Lihat, teman, Pandangan kering kuning terbakar Hijau kembali permai terbabar Segala pohon yang merundukkan daun letih lela…

Puisi: Selalu Hidup (Karya Sutan Takdir Alisjahbana)

Selalu Hidup Dan ketika aku melihat dari kebunku ke bawah, ke sawah tunggul jerami di tanah yang rekah, dan dari sana memandang ke bukit kering me…

Puisi: Refleksi Kehidupan (Karya Iriani R. Tandy)

Refleksi Kehidupan Seandainya resah itu sejenak Kutitip pada semesta Dunia yang mengotakkan kita Pada sudut bentur, sudut tajam Maka aku tengah Berbi…

Puisi: Ketemu Gus Dur (Karya A.A. Navis)

Ketemu Gus Dur Baru saja aku dipindahkan dari brankar ke ranjang di ruang gawat darurat RS Harapan Kita Jakarta Presiden tiba sambil mengacungkan sal…

Puisi: Kisah dalam Cerita Perjalanan (Karya A.A. Navis)

Kisah dalam Cerita Perjalanan Jika terdengar keluh penyerahannya menjalani — antara noktah langkah pertama sampai ke ujung gunung harapan — aku rasa,…

Puisi: Kota yang Berpura-pura (Karya Toto ST Radik)

Kota yang Berpura-pura Siapakah menuliskan nama-nama Tuhan di bawah lampu lampu yang lucu? Kota terayun dalam …

Puisi: Di Tepi Kanal (Karya Ratna Ayu Budhiarti)

Di Tepi Kanal Di kota ini, harapan-harapan dikayuh, berpakansi dengan gondola, menelusuri jejak masa lalu Nyanyian gondolier sekejap dihikmati Sebent…

Puisi: Kota Luka (Karya Indrian Koto)

Kota Luka di kota ini dulu aku menangisi kesedihan yang tiba-tiba mengetuk setiap pintu. orang-orang kehilangan banyak aku kehilangan siapa pun. aku …

Puisi: Kota dan Kau (Karya Frischa Aswarini)

Kota dan Kau Kota ini seperti bibirmu yang ragu di malam itu orang datang menitipkan bimbang ingin mainan sekadar riang tapi selalu abai begitu usai …
© Sepenuhnya. All rights reserved.