Puisi: Masjid Saka Tunggal (Karya Abdul Wachid B. S.) Masjid Saka Tunggal masjid satu pilar di tengahnya empat sayap seperti totem tergambar bawah tiang kaca…
Puisi: Lalu Gerimis (Karya Isbedy Stiawan ZS) Lalu Gerimis (1) lalu gerimis dan kau mulai menimbang-nimbang apakah akan terus jalan atau diam-berdiang sementara malam menggelayut …
Puisi: Burung (Karya Isbedy Stiawan ZS) Burung adalah burung di waktu suwung pagi merekah. aku menemui tak hinggap di pohon. sayap basah, hujan telah menguyupkan tubuhmu aku …
Puisi: Sapu Tangan dari Ibu (Karya Linda Christanty) Sapu Tangan dari Ibu Menjelang subuh, ia berpisah dengan ibu dan adiknya. Ia melihat mereka berdiri di ambang pintu sebelum sirna dalam kepa…
Puisi: Di Pemakaman (Karya Linda Christanty) Di Pemakaman Para pelayat melangkah di tanah kering. Hujan belum sampai di sini. Dari jendela-jendela rumah makam sang raja memanc…
Puisi: Andai Kata (Karya Mustofa Bisri) Andai Kata Andai kata kupunya tak hanya lengan lunglai tempat kita meletakkan kalah. Andai kata kupunya tak hanya p…
Puisi: Pelabuhan Ampenan (Karya Acep Zamzam Noor) Pelabuhan Ampenan Sebuah jalan membelah kebisuan siang Udara panas serta debu mengepul ke udara Aku menyusuri pedestrian, melewati deretan t…
Maraknya Kreak di Semarang: Ketika Kenakalan Remaja Berubah Jadi Teror Semakin berkembangnya zaman tentunya banyak mengubah kebiasaan individunya, seperti halnya pergaulan para remaja yang semakin jauh berbeda. Pada zama…
Puisi: Kabar Lamat dari Perbatasan Serbia (Karya Zakaria M. Passe) Kabar Lamat dari Perbatasan Serbia Kubaca Butmir Bosnia di Marek, dalam sebuah suratkabar Amerika selesai dirajam airmata sepi, empat puluh kilometer…