Postingan

Puisi: Korban (Karya Joko Pinurbo)

Korban Darah berceceran di atas ranjang. Jejak-jejak kaki pemburu membawa kami tersesat di tengah hutan. Siapakah korban yang telah terb…

Puisi: Hijrah (Karya Aspar Paturusi)

Hijrah galau di luar galau di hati gundah wajahmu gundah hatiku sepi tahun baru menikam malamku di rumah kukaji tahun-tahun banyak berlalu banyak tak…

Puisi: Gaun Tidur (Karya Joko Pinurbo)

Gaun Tidur Gaun tidurku menyembunyikanmu. Seperti doa yang ganas, kau merasuk ke panas darahku. Gaun tidur…

Puisi: Petani (Karya A. Muttaqin)

Petani Kami saling berbagi, aku dan sungai. Bunga dan rumput segar menjalar ke tidur kami. Kami saling mengerti dan tak ada maksud mengkh…

Puisi: Perapian Kecil (Karya Esha Tegar Putra)

Perapian Kecil di padang, aku menunggumu sepenuh hari sepenuh hati mirip pawang gunung yang tepekur di tiap waktu aku memburumu dalam rahasi…

Puisi: Sedang Apa (Karya Joko Pinurbo)

Sedang Apa Sedang apa, penyair, malam-malam masih sibuk menempa dan memahat kata? Sedang membuat patung dirimu? Sedang membuat batu nisa…

Puisi: Pagi (Karya Aspar Paturusi)

Pagi jangan simpan senyum di balik cerah wajahmu sisa hujan kau keringkan ada embun di rumputan pagi, telah usai mimpi kini antarkanla…

Puisi: Taman Hiburan Negara (Karya Joko Pinurbo)

Taman Hiburan Negara Ini tempat umum, bung. Dilarang melamun sembarangan di sini. 2007 Analisis Puisi: Tema utama puisi ini adalah kebebas…

Puisi: Di Ketinggian Alifakovac (Karya Esha Tegar Putra)

Di Ketinggian Alifakovac Dan aku melihat kota lama dari ketinggian, Fadila cerek tua, talam tua, cangkir tembaga tua bau kopi hangus dihalau…
© Sepenuhnya. All rights reserved.