Puisi: Yang (Karya Joko Pinurbo) Yang Perjalanan nasib saya tak dapat dilepaskan dari pesan-pesan indah yang dinaungi kata yang. Pesan ibu: Yang kauperlukan hanya tidur …
Puisi: Tragedi (Karya Isbedy Stiawan ZS) Tragedi aku mencium bau busa dari mulutmu. kepada perempuanmu di rumah sudah kupesan: suara lelaki secepat gerakan angin. siapa mampu membaca gerakny…
Puisi: Bertelur (Karya Joko Pinurbo) Bertelur Dengan perjuangan berat, alhamdulillah akhirnya aku bisa bertelur. Telurku lahir dengan selamat, warnanya hitam pekat. Aku ini …
Puisi: Bola (Karya Aspar Paturusi) Bola kau tengadahkan wajah sendu aku tak kuasa menatapmu duka terus membayangimu sudahlah, jauhi masa lalu ada yang harus pergi lebih du…
Puisi: Meditasi (Karya Joko Pinurbo) Meditasi Celana tak kuat lagi menampung pantat yang goyang terus memburu engkau. Pantat tak tahan lagi menampung goyang yang kencang ter…
Puisi: Saatnya Aku Mengerti (Karya Isbedy Stiawan ZS) Saatnya Aku Mengerti (buat ibuku Ratminah) sisakan garam dari tubuhmu, ibu. sudah bermalam-malam kukeringkan air laut menajamkan pisau…
Puisi: Menunggu Kereta Tiba (Karya Isbedy Stiawan ZS) Menunggu Kereta Tiba aku masih menunggu kereta tiba di peron yang gemuruh sinyal belum juga dibuka rel terasa beku, menggigilkan tubuhku …
Puisi: Kepada Saya (Karya Joko Pinurbo) Kepada Saya Anda boleh menulis puisi untuk atau kepada siapa saja asal jangan sampai lupa menulis untuk atau kepada saya. Siapakan saya?…
Puisi: Kakek dan Nenek (Karya Aspar Paturusi) Kakek dan Nenek kucari rinduku di tepi pantai losari kau dan aku meletakkannya hati-hati saat itu matahari menyentuh kaki langi…