Postingan

Puisi: Enigma (Karya Sri Hartati)

Enigma Teruslah berlari Berlari ke mana kau suka Teruslah mencari Mencari ke seluruh penjuru buwana Kutahu, semakin jauh kau berlari …

Puisi: Diorama (Karya AA Manggeng)

Diorama Kita tidak perlu menangis, saudaraku Hanya karena disiksa dan dihabisi Sebab air mata seketika habis diseka Kita hidupkan kesunyi…

Puisi: Kudengar Desah Pilu Itu (Karya Frans Nadjira)

Kudengar Desah Pilu Itu Dahagaku bermula dari rinduku  kepada suara samar kedalaman malam Kudengar desah pilu itu. Kudengar sayup lang…

Puisi: Laut Membuatku Perkasa (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Laut Membuatku Perkasa lautlah yang membuatku perkasa aku tundukkan  pulau demi pulau ke lepas laut biru kapal menuju ke tubuh-tubuh sepi …

Puisi: Sajak tentang Katak (Karya Sujarwanto)

Sajak tentang Katak di kampung ini masih ada katak menyanyi kala senja semarak dan gerimis mereda di kolam-kolam pekarangan, terjauh…

Puisi: Matahari (Karya Sulaiman Juned)

Matahari Tersenyumlah matahari jangan menangis beri arti bagi gelandangan yang terkurung sepi arti demokrasi. Tersenyumlah matahari j…

Puisi: Ingin Kusentuh (Karya Acep Zamzam Noor)

Ingin Kusentuh Ingin kusentuh rambutmu dengan ciuman paling lembut Dari gurun pasir masih kudengar deru panser dan meriam Mari kubimbing langkahmu me…

Puisi: Luka Bulan (Karya Sulaiman Juned)

Luka Bulan Entah tangan siapa menoreh luka menjilat bulan. Pucat pasi di panah matahari terkulai jadi debu. Padang Panjang, 2008 Analisis…

Puisi: Amsal Malam (Karya Acep Zamzam Noor)

Amsal Malam Catherina, sebuah altar telah tersaji untukmu Dan seorang lelaki telah datang Untuk kesepianmu . Sebutlah namanya pelan Dan lan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.