Postingan

Puisi: Le Poete Maudit (Karya Acep Zamzam Noor)

Le Poete Maudit ( Buat Saini K.M. ) Mengurung diri dalam tungku Dibakar cinta dan rindu Api memercik dari setiap tetes darah Tubuhku yang …

Puisi: Hamba Membaca (Karya Abdul Wachid B. S.)

Hamba Membaca tersebab engkau sendiri maka engkau butuh ditemani tetapi siapa kawan abadi jika bukan dari diri sendiri tidak ada cipta…

Puisi: Memo (Karya Mustiar AR)

Memo ( kepada Syarifuddin Aliza ) Din. Agenda itu Ditolaknya. Suak Indrapuri, 2018 Analisis Puisi: Pui…

Puisi: Sungaimu (Karya Mahdi Idris)

Sungaimu Di matamu kau buat sungai jernih setiap aku pulang kau buru-buru ke dapur mengambil gelas dan kau tuang air yang kau simpa…

Puisi: Romantic Agony (Karya Acep Zamzam Noor)

Romantic Agony Ciumanmu melontarkanku ke dasar sunyi Dan kembali kusyukuri nikmat kejatuhanku Di bumi. Sinar bulan kuinjak dalam debu Kege…

Puisi: Biang Lala (Karya Abdul Wachid B. S.)

Biang Lala ..... (- St Wasilah) di sebuah taman tempat kau aku bertemu setelah penciptaan dari tanah itu …

Puisi: Anak Kecil Itu (Karya Mustiar AR)

Anak Kecil Itu Anak kecil itu mati di negeri kaya demi minyak, gula, terigu, beras Ah! Anak kecil itu …

Puisi: Miris (Karya Sulaiman Juned)

Miris Angin miris - mengoyak cinta tergadai kabut. Angin miris - melupa rupa di teluk sunyi. Padang Panjang, 2010 Analisis Puisi: P…

Puisi: Fontana Maggiore (Karya Acep Zamzam Noor)

Fontana Maggiore Tiba-tiba tubuhmu penuh hujan Seperti patung di tengah air mancur itu Dan waktu menjadi pohon yang ditinggalkan daun-daun …
© Sepenuhnya. All rights reserved.