Postingan

Puisi: Laut (Karya Wing Kardjo)

Laut Kumasukkan hati dalam Liang tubuhmu. Kau serba tahu: menggenggam nasibku. Aku menggelepar. Toh aku tambah lapar. Tambah jahat menggigit hari. Pa…

Puisi: Khotbah Mafioso (Karya Rahman Arge)

Khotbah Mafioso Kita dengarkan percakapan itu Di kursi-kursi atas orang-orang atas Tak ada beda nonton film Ketika Don Artobello, cukong para gangste…

Puisi: Di Serambi Masjid Baitussalam (Karya Gunoto Saparie)

Di Serambi Masjid Baitussalam di serambi masjid baitussalam sebelum isya aku duduk menunggu azan menggema kaki bersila dan menghadap ke kiblat melafa…

Puisi: Ketika Malam Hampir Pagi (Karya Anthony Sutanto Atmaja)

Ketika Malam Hampir Pagi Secangkir kopi telah raib. Kulingkarkan butir-butir rosario dalam imaji sunyi penuh kabut. Aku merabai wajahmu …

Puisi: Siul Burung Itu (Karya Tjahjono Widarmanto)

Siul Burung Itu siul burung itu pagi hari hinggap di telinga hinggap pula segala manisnya kenangan kampung halaman yang tercatat di buku…

Puisi: Kepada El (Karya Taufiq Ridwan)

Kepada El Bagiku engkau tinggal sebuah patung putih dan kaku. Mati dalam bayangan malam Akankah aku bicara tentang cinta jika jantung berdegup dan ma…

Puisi: Aku Ingin Menangis di Pelukanmu (Karya Dimas Indiana Senja)

Aku Ingin Menangis di Pelukanmu. ( Violet ) Aku ingin menangis di pelukanmu, katamu padaku.  Di sebuah ruangan y…

Puisi: Izinkan Aku Menangisi Airmatamu (Karya Dimas Indiana Senja)

Izinkan Aku Menangisi Airmatamu Zah, Aku ingat pertemuan kali pertama kita, di sini.  Sepetak ruang yang teramat sesak udaranya. Bangku-bangku bun…

Puisi: Nyanyian Pagi (Karya Weni Suryandari)

Nyanyian Pagi Tak ada cericit burung di huma semayang ini Kecuali nyanyian pagi menderas jauh di air kali Perempuan mencuci kutang, rindu pulang ke s…
© Sepenuhnya. All rights reserved.