Postingan

Puisi: Hujan Pertama (Karya Gunawan Maryanto)

Hujan Pertama (: vina agusti) ingatan yang keruh: nama-nama dan aksara yang gaduh. adalah jejak masa lalu – gerak dan retak tak…

Puisi: Meninggalkanmu (Karya Fitri Yani)

Meninggalkanmu kita pernah memandang satu arah yang kukuh memastikan warna musim dan melantunkan syair-syair malam hingga bulan mendarat d…

Puisi: Konsert (Karya S.M. Ardan)

Konsert Selama cahaya masih berlimpah di ketinggian Jangan cari aku di tempat tengkorak-tengkorak berkumpul dan bersenda Jenguk…

Puisi: tt. SM (Karya P. Sengodjo)

tt. SM Mari, Zus, kita lembur kerja hari ini Waktupun hanya dalam pengiraan terasanya Atau kau inginkan nyanyian asing yang kau tak tahu maknanya Kar…

Puisi: Tarian Jiwa (Karya Weni Suryandari)

Tarian Jiwa Tak ada pelangi berpendar di mataku Sedang gemuruh ombak penuhi dada Aku hilang tiang, percakapan melayang Layar terkoyak, sampan tenggel…

Puisi: Jalan Tasawuf (Karya Jalaluddin Rumi)

Jalan Tasawuf Sumbatlah telinga nafsumu, yang bagai kapas menutupi kesadaranmu dan membuat tuli telinga batinmu. Jadilah dirimu tanpa telinga, tanpa …

Puisi: Kultus Doa (Karya Weni Suryandari)

Kultus Doa Di sini kita masih menghitung jarak, bersama air mata, hara bagi bumi yang hampir kering dan puisi hening dari talun. Sedang kesunyian men…

Puisi: Siang di MA (Karya P. Sengodjo)

Siang di MA Atur garis potong ini — transversal namanya, kau tahu!? dan lekas beri nama! titik berbau sedap malam lalat sopan di bidang datar nyanyi …

Puisi: Apiku, Airku, Anginku, Tanahku (Karya B. Y. Tand)

Apiku, Airku, Anginku, Tanahku Di atas apiku kubakar matahari luka-luka kubasuh dalam airku Kepada anginku kutaburkan rindu-rindu dendam-dendam kutan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.