Puisi: Ibunda (Karya Wiji Thukul) Ibunda Ibunda akhirnya menjengukku juga datang ke penjara dari kampung ke ibukota melihat anak tersayang babak belur dianiaya tentara Ibunda akhirnya…
Puisi: Burung Dara Pagi Terbang (Karya Wiji Thukul) Burung Dara Pagi Terbang burung dara pagi terbang pulang sarang rembang petang tidur mendengkur tiada beban di mata pada ketakpastian musim burung da…
Puisi: Sajak Kota (Karya Wiji Thukul) Sajak Kota kota macam apa yang kita bangun mimpi siapa yang ditanam di benak rakyat siapa yang merencanakan lampu lampu menyibak jalan raya jalan ray…
Puisi: Darman (Karya Wiji Thukul) Darman Desa yang tandus ditinggalkannya kota yang ganas mendupak nasibnya tetapi dia lelaki perkasa kota keras hatinya pun karang …
Puisi: Layang-Layang Milikku (Karya Slamet Sukirnanto) Layang-Layang Milikku Layang-layang milikku, kumanjakan kau Membumbung, di langit biru Di alam raya bersama burung-burung bebas Lihatlah d…
Puisi: Matahari Pagi (Karya Slamet Sukirnanto) Matahari Pagi Jangan berikan cahyamu Mengindap benih tumbuh di halaman Masuklah! Jendela terbuka Dahaga! Tembuslah ruang kamar Tembuslah! Kegelapan y…
Puisi: Rimba (Karya Slamet Sukirnanto) Rimba Rimba Semakin hilang lebatmu Rimba Hidup Jalan setapak Menuju hulu Rimba Semakin hilang belantaramu Rimba Diriku Meng…
Puisi: Elegi Batanghari (Karya Dimas Arika Mihardja) Elegi Batanghari Setelah berkali-kali merpati ingkar janji kembali kukaji notasi "Negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah" Anak-anak…
Puisi: Indonesia, Aku Masih Tetap Mencintaimu (Karya Ahmadun Yosi Herfanda) Indonesia, Aku Masih Tetap Mencintaimu Indonesia, aku masih tetap mencintaimu Sungguh, cintaku suci dan murni…