Puisi: Membagi Harapan (Karya Aspar Paturusi) Membagi Harapan kulihat kau terhuyung-huyung dengan erat kau peluk sesuatu "hei, benda apa itu" tanyaku, "sangat hati-hati k…
Puisi: Di Balik Matahari (Karya Surachman R.M.) Di Balik Matahari Dari balik matahari kukirimkan salam ini agar tiba di pangkuanmu. Ketika pertama kali salju turun menaburi bumi utara kukirimkan sa…
Puisi: Sebuah Paraf (Karya F. Rahardi) Sebuah Paraf (Tg. 11 tatkala menerima gerombolan anak-anak SMA) lihatlah meja ini bersih dan rapi cuma ada kertas dan fulpen sim s…
Puisi: Gunung Sakarini (Karya F. Rahardi) Gunung Sakarini 1. Malam Hari: bagai cahaya pecah di jelaga seperti pancaran obor di lapangan sebuah desa kecil mengertap di gigirmu …
Puisi: Angin di Sebuah Desa (Karya F. Rahardi) Angin di Sebuah Desa malam itu seseorang telah menyiram langit dengan baygon udara lalu berbusa, bintang-bintang keruh dan angin dengan ke…
Puisi: Tengah Malam (Karya Frans Nadjira) Tengah Malam Mustahil aku tidur selama anak-anak itu di sini memainkan bayang tubuhnya gepeng seperti wayang Berapa lama kau mengatur…
Puisi: Pamplet di Harian Pagi (Karya Budi Arianto) Pamplet di Harian Pagi (II) Menyimak berita pagi negeri ini adalah air mata banjiri ladang-ladang kering hanyutkan mimpi mengusir burung…
Puisi: Mendaki Gunung Ungaran (Karya Ammar Sae Azale) Mendaki Gunung Ungaran Udara sejuk menyapa pagi Burung-burung ramai bernyanyi Kutengok kesana kemari Pohon cemara menjulang tinggi Jalan terjal aku d…
Puisi: Sekarang Kau Semestinya Mengerti (Karya Ehfrem Vyzty) Sekarang Kau Semestinya Mengerti Semakin hari semakin kita menepi pada duri-duri Detak sunyi seperti mengamini selesai tambah miris "Aku lebih m…