Postingan

Puisi: Puncak (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Puncak Sudah lalu remaja dalam asap api menyala rata Tidak ada lagi yang akan dipilih Yang tinggal suatu endapan dan ajakan turun tangan menguburkan …

Puisi: Elegi (Karya Gunoto Saparie)

Elegi kaukah yang memetik gitar ketika malam telah luruh? menyanyikan kenangan samar tertahan-tahan, sayup, dan jauh   kaulihatlah cahaya bulan berpe…

Puisi: Duniaku Selebar Daun (Karya Taufiq Ridwan)

Duniaku Selebar Daun Duniaku selebar daun Terangguk-angguk dan sunyi Sendiri di ujung dahan Agak meninggi Ada rumputan dan air kolam Siul burung dan …

Puisi: Tragedi sebuah Antologi (Karya Hadi Utomo)

Tragedi sebuah Antologi Telah diterbitkan sebuah antologi atas nama rakyat dan kaum pekerja dengan tipografi cukilankayu tangan-tangan kekar yang men…

Puisi: Kita Berjalan dalam Bising (Karya Hadi Utomo)

Kita Berjalan dalam Bising Kita berjalan dalam bising. Berdesak dihalau Suara-suara yang bergelut dari sender-sender radio Dan dari rimba peperangan …

Puisi: Di Bawah Lampu (Karya Hadi Utomo)

Di Bawah Lampu Di bawah lampu sebuah restoran kecil Mengantarku saat jam-jam bergerak lambat-lambat. Dalam gerimis menggigil Bayangan itu jatuh. Daku…

Puisi: Pada Akhir Pelajaran (Karya Hadi Utomo)

Pada Akhir Pelajaran Di dunia manakah engkau nanti. Jika pelajaran ini Menghanyutkanmu lewat pelabuhan-pelabuhan tiada kaukenal Bisa jadi terdampar d…

Puisi: Batuk-Mu Masih Bergema (Karya Rayani Sriwidodo)

Batuk-Mu Masih Bergema batuk-Mu masih bergema ketika doaku tergayut-gayut                     di bianglala ketukku masih merenggangkan pintu syorga  …

Puisi: Pemburu (Karya Daelan Muhammad)

Pemburu kepada Chairil Anwar berapa hari sudah aku di sini? tidak lagi berbilang hari berapa minggu sudah aku di sini? tidak lagi berbilang minggu be…
© Sepenuhnya. All rights reserved.