Puisi: Gerimis di Hari Jumat (Karya Isbedy Stiawan ZS) Gerimis di Hari Jumat yang, gerimis kembali mendatangimu tapi jemariku akan menjentik butiran yang singgah di rambutmu agar mekar bunga-bu…
Puisi: Desanya Tuan Markaban (Karya Sabar Anantaguna) Desanya Tuan Markaban Anak air ibunya hujan jatuh-jatuh dari genting. Anak suara ibunya kentongan bendal-bendal dari perutnya. Maling! maling! cegat …
Puisi: Dahulu dan Kini (Karya Eva Y. Nukman) Dahulu dan Kini Di sini dahulu ada lapangan, tempat kami bermain layangan. Layangan kami membubung ke angkasa, melenggak-lenggok dengan cantiknya. Di…
Puisi: Rona Perempuan (Karya Shinta Miranda) Rona Perempuan : Komako – Tetirahnya Seorang Geisha Menuruni bukit kecil berselimut salju Ketika temaram petang memudar putihnya Bagai kaki burung…
Puisi: Ayahku Diambil Penguasa (Karya Shinta Miranda) Ayahku Diambil Penguasa Penguasa yang berkuasa Mengambil ayah dari bunda Mengambil ayah dari ketiga anak perempuannya Di malam buta Menutup kedua mat…
Puisi: Siapakah Mengetuk Pintu (Karya Gunoto Saparie) Siapakah Mengetuk Pintu siapakah mengetuk pintu saat malam sunyi lingsir? gerimis membasuh waktu senyap memberat dan risau hadir benarkah kau bertamu…
Puisi: Dari Kekosongan (Karya Evi Idawati) Dari Kekosongan Dari kekosongan itulah aku mulai menuliskan angka-angka Awal dan akhir dalam hitungan bulan menggerakkan usia Bebunyian dari angan da…
Puisi: Berburu Cahaya (Karya Evi Idawati) Berburu Cahaya Garis bumi yang gelap Panji-panji menggantung di langit Adalah tanda dari masa yang bergerak perlahan Meski lampau dan sekarang bulan …
Puisi: Belajar Kembali Alifbata (Karya Sitor Situmorang) Belajar Kembali Alifbata suatu hari dalam hidup Solzhenitsyn Sastra dunia? Bahasaku bahasa Indonesia, semoga bicaraku mengandung diam, diammu semakin…