Puisi: Setindak-Setindak Lurus Jalan Bidak (Karya Ook Nugroho) Setindak-Setindak Lurus Jalan Bidak Aku suka pada bidak Aku terpesona pada jalannya beringsut Jalannya tak pernah terburu Dari dulu sudah begitu Seti…
Puisi: Kopi yang Tak Diminum (Karya Dorothea Rosa Herliany) Kopi yang Tak Diminum sela-sela daun menyergapkan nyala padamu. inilah hidup yang tak pernah padam. ranting-ranting daun yang hangus, dan tanah-tanah…
Puisi: Tentang Sebuah Gerakan (Karya Wiji Thukul) Tentang Sebuah Gerakan tadinya aku pengin bilang aku butuh rumah tapi lantas kuganti dengan kalimat: setiap orang butuh tanah ingat…
Puisi: Terendam Lumpur (Karya Evi Idawati) Terendam Lumpur Benturan bumi serta gerakannya yang berubah Seperti membaca awan langit dan tanda yang dibawanya Tapi ke mana? Kampung, dusun dan des…
Puisi: Nipah (Karya Evi Idawati) Nipah Lihatlah, laut mengepung kita Kau hitung gelombang meriam yang ditembakkan? Berapa debur raung pesawat tempur yang memutari kita? Meski begitu …
Puisi: Ziarah dalam Gereja Gunung (Karya Sitor Situmorang) Ziarah dalam Gereja Gunung Di mana aku berada kau ada Bayangan satu-satunya, demikian kurasa. Benarkah kau ada di sunyi begini Di kedinginan ruang ge…
Puisi: Bunga Batu (Karya Sitor Situmorang) Bunga Batu Kurasa kau tahu, lebih dari lagu Kebisuan lebih berkata dari duka Karena ditinggalkan ia maka setia Pengetahuan, lama sudah membatu Kini d…
Perang di Luar Negeri, BBM di Dalam Negeri: Ketika Ketahanan Energi Kita Dipertanyakan Oleh Ni'matus Sholehah Perang yang terjadi di berbagai kawasan dunia saat ini sering kali dipandang sebagai konflik yang jauh dari kehidupan masy…
Puisi: Kamu Sungguh Mengerti (Karya Aprianus Gregorian Bahtera) Kamu Sungguh Mengerti Aku sangat beruntung mendapatmu aku amat bahagia saat kamu berada di sisiku Pengertianmu sungguh terasa Kejujuran dan keterbuka…