Puisi: Catatan Gila (Karya Tan Lioe Ie) Catatan Gila Tanganmu pucat disergap dingin musim gila yang angkuh Seperti ketukan-ketukan hujan di genting Kau meracau di dunia yang kau bangun …
Puisi: Amarah (Karya Aspar Paturusi) Amarah simpan airmata untuk menyongsong kemenangan bangkitkan geram amarah bila terus-menerus kalah Jakarta, 3 Maret 2012 Analisis Puisi: Puisi "…
Puisi: Nyanyian Salju (Karya Leon Agusta) Nyanyian Salju Sebelum musim mewarnainya jadi putih Sebelum angin menjatuhkannya di kaki langit Salju adalah kolam cahaya bianglala Permand…
Puisi: Berulangkali (Karya Saini KM) Berulangkali Depan cermin dahsyat Sejarah, tak sehelai kain dapat menutup ketelanjangan kita Makanan bubuk segala pakaian kebesaran dan top…
Puisi: Tak Perlu Bicara (Karya A. Munandar) Tak Perlu Bicara Untuk membeli masadepan Kita menjual masalalu Untuk membeli keadilan Kita menjual kejujuran. Tak perlu bicara Karena …
Puisi: Piknik 55 (Karya Wing Kardjo) Piknik 55 Kereta terakhir menderit di ujung stasiun. Telah habis hari ini perjalanan bersama, senja di balik bukit- bukit kelabu. Telah lal…
Puisi: Jejak Detak Jam (Karya Leon Agusta) Jejak Detak Jam Ruang retak Bernafas dari desah yang membelah Angin sujud pada debu dan tanah Jejak detak jam Pada darah bersimbah La…
Puisi: Antara Diri dan Waktu (Karya Fridolin Ukur) Antara Diri dan Waktu Antara diri dan waktu Selesai membenahi ruangan — kawan-kawan segera akan datang — naskah musyawarah baru saja selesa…
Puisi: Polder Tawang (Karya Gunoto Saparie) Polder Tawang kepada m. farchan kulempar batu kecil ke tengah kolam memecah keheningan air yang menggenang a…