Postingan

Puisi: Orang yang Tuhan (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Orang yang Tuhan orang yang tuhan                 gelasnya oleng karena ombak tuak yang bilang minum!                 kau karam aku tidak! orang yang…

Puisi: Senyum Nenek (Karya Gunoto Saparie)

Senyum Nenek senyummu kekal di hati lebih dari sekadar puisi restu tulus penuh kasih kesejukan telaga nan jernih kuingat selembar daun sirih dalam ku…

Puisi: Hitung Mundur (Karya Riyanto)

Hitung Mundur Hidup penuh misteri Berputar bak roda pedati Rahasia penuh Ilahi Tertera dalam lembaran suci Setiap menuju akhiran Pasti menuju awalan …

Puisi: Jadi (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Jadi tidak setiap derita                                               jadi luka tidak setiap sepi     …

Puisi: Pegunungan di Selatan, Luruh dalam Hujan (Karya Linus Suryadi AG)

Pegunungan di Selatan, Luruh dalam Hujan Pegunungan di selatan , luruh dalam hujan tiada lagi apa sekarang, men…

Puisi: Kucing (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Kucing ngiau! kucing dalam darah dia menderas lewat dia mengalir ngilu ngiau dia ber gegas lewat dalam aortaku dalam rimba darahku dia besar dia buka…

Puisi: Untuk Dosen LH Kami (Karya Riyanto)

Untuk Dosen LH Kami Mendung dan gerimis di pagi hari Tidak menyurutkan langkah-langkah kami Dengan semangat dan suka cita lestari Terdengar sayup-say…

Puisi: Kini Hari Meraba Jalan (Karya Linus Suryadi AG)

Kini Hari Meraba Jalan, Usia Mengiring Langkah Kini hari meraba jalan, usia mengiring langkah hari-hari yang mengeras bulan, engkau demikian …

Puisi: Hilang Ketemu (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Hilang  (Ketemu) batu kehilangan diam jam kehilangan waktu pisau kehilangan tikam mulut kehilangan lagu langit kehilangan jarak tanah keh…
© Sepenuhnya. All rights reserved.