Postingan

Puisi: Malam di Tepi Danau (Karya Fitri Wahyuni)

Malam di Tepi Danau Bintang-bintang menetes ke air danau yang hitam pekat. Malam menjadi doa, dan doa menjadi harapan, semoga Maninjau selalu tenang …

Puisi: Stop Pidato Itu (Karya Zainuddin Tamir Koto)

Stop Pidato Itu Pidato................pidato lagi buat apa banyak pidato, banyak bicara bila perbuatan tidak sesuai dengan pidato banyak bicara bukan…

Puisi: Kenangan yang Mengapung di Maninjau (Karya Tara Agustina)

Kenangan yang Mengapung di Maninjau Aku pernah kecil di tepian ini, di mana danau menjilat kaki dan perahu kecil jadi kapal mimpi. Langit tak banyak …

Puisi: Negeri Nyiur Melambai (Karya Slamet Sukirnanto)

Negeri Nyiur Melambai Kenapa kita senang darah mengalir Kenapa kita senang pukulan-pukulan Negeri nyiur melambai — bukan lagi wilayah damai …

Puisi: Di Sebuah Negeri tak Bernama (Karya Rini Intama)

Di Sebuah Negeri tak Bernama Di sebuah negeri tak bernama ribuan elang menggelepar lapar serupa kemarahan yang menerbangkan daun-daun dan tak pernah …

Puisi: Diksi Para Pendendam (Karya Badruddin Emce)

Diksi Para Pendendam Tangan untuk melupakan nyaris tak punya. Kami hanya punya tangan untuk mengingat. Tangan ini, tanpa menunggu perintah rasa lapar…

Puisi: Kidung Cisadane (Karya Rini Intama)

Kidung Cisadane Sejak istana pajajaran meriwayatkan cisadane Hulu sungai berseru di lereng pangrango Di masa batu-batu masih menyalakan tungku Air te…

Puisi: Hari-Hari Memancar dari Gelap (Karya Hendro Siswanggono)

Hari-Hari Memancar dari Gelap Hari-hari memancar dari gelap dari balik jalan memanjang bangku kalang lewat depan jendela kau menatap begitu matang pe…

Puisi: Perian (Karya Rusli Marzuki Saria)

Perian Kusandang juga perian ini naik tebing dan lembahnya Sebab kemarau berdatangan dengan wajah ungu Bawalah aku kepada mata air beningmu di telaga…
© Sepenuhnya. All rights reserved.