Postingan

Puisi: Mimpi sang Pujangga (Karya Rhey Fandra Yoga Simbolon)

Mimpi sang Pujangga Seorang Penyair bermimpi, Tempat di mana pertama kali hujan turun, Setelah kemarau menggempur bumi, Dan butiran air jatuh membasu…

Puisi: Adakah Suara Cemara (Karya Taufiq Ismail)

Adakah Suara Cemara ( buat Ati ) Adakah suara cemara Mendesing menderu padamu Adakah melintas sepintas …

Puisi: Kwatrin tentang Sebuah Poci (Karya Goenawan Mohamad)

Kwatrin tentang Sebuah Poci Pada keramik tanpa nama itu kulihat kembali wajahmu Mataku belum tolol, ternyata untuk sesuatu yang tak ada.…

Puisi: Nyanyian Kembang Lalang (Karya Hartojo Andangdjaja)

Nyanyian Kembang Lalang Putih di padang-padang putih kembang-kembang lalang putih rindu yang memanggil-manggil dalam dendang orang di danga…

Puisi: Seekor Ulat (Karya Sapardi Djoko Damono)

Seekor Ulat     Seekor ulat akhirnya mencapai sekuntum bunga lalu berhenti di sana. Ia telah memakan beberapa lembar daun muda di ranting itu, dan ki…

Puisi: Gatoloco (Karya Goenawan Mohamad)

Gatoloco Aku bangun dengan 7.000.000 sistem matahari bersatu pada suatu pagi Beri aku es! teriakku, Tiba-tiba kulihat Kau di sud…

Puisi: Bunga Alang-Alang Menjadi Saksi (Karya Joss Sarhadi)

Bunga Alang-Alang Menjadi Saksi Bunga alang-alang putih leta. Berkibaran Adalah umbul-umbul pusara tak bernama Ia pernah perang. Yang kini puing-puin…

Puisi: Rambu Kekosongan (Karya Kamilia Salsabila)

Rambu Kekosongan Jalanan tak lengang sewaktu kita berjalan berdampingan Swalayan tetap benderang selagi kita duduk bersama Sepatah dua patah kata uca…

Puisi: Tabung Kaca (Karya Agus Sanjaya)

Tabung Kaca tabung kaca, kata-kata. cinta yang merah, cinta yang basah. suara pesan pada embun, benang mengikat janji-janji.  biarkan kesunyian merin…
© Sepenuhnya. All rights reserved.