Postingan

Puisi: Ada Jam Duduk dengan Belnya (Karya Joss Sarhadi)

Ada Jam Duduk dengan Belnya ada sebuah meja                di hari kesekian mulai di atasnya                           perbedaan kecil-kecil ada sebu…

Puisi: Diam (Karya Kamilia Salsabila)

Diam Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda persetujuan Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda penerimaan Sudah sampaikah k…

Puisi: Arah Tak Menentu (Karya Ahmad Shalah)

Arah Tak Menentu Langkah kaki tengah jalan sayup Mata merah berjejak darah Di depan hanya tujuan tak jelas terbayang dalam mabuk Goyah. Terhuyung. Ja…

Puisi: Malam Ini Aku Mencintaimu (Karya Agus Sanjaya)

Malam Ini Aku Mencintaimu pendar berkilau matamu, bulan indah malam ini. kehangatan wood di bajumu. jernih senyuman telaga. aku ingin mencintaimu sep…

Puisi: Kepada Tuhan (Karya Rhey Fandra Yoga Simbolon)

Kepada Tuhan Pagi ini Aku bangun di antara gumpalan baju-baju Dengan kertas-kertas tugas yang lusuh berpesai-pesai Dan bohlam yang mulai redup Sepert…

Puisi: Memasak Nasi Goreng (Karya Agus Sanjaya)

Memasak Nasi Goreng bau sangit bawang-brambang merebak. kami menyelam di ketidaksabaran minyak goreng. di muka wajan yang mulai hitam. kami temui waj…

Puisi: Lirik untuk Improvisasi Jazz (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lirik untuk Improvisasi Jazz "Sayangku yang jauh,                         entah berapa kali telah kukel…

Puisi: Terompet (Karya W.S. Rendra)

Terompet Terompet dilengkingkan napas nestapa bagai pekik elang tua membuat garis di pasir pantai. Bau pandan di sepi malam dur…

Puisi: Aku Kangen (Karya W.S. Rendra)

Nota Bene: Aku Kangen Lunglai - ganas karena bahagia dan sedih, indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana. Nyawamu dan nyawaku dijodohka…
© Sepenuhnya. All rights reserved.