Postingan

Puisi: Ubud, Hanya Keluh dan Riuh (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Ubud, Hanya Keluh dan Riuh malam makin mabuk seorang turis separuh baya berceloteh tentang Rsi Markandeya dan masa silam yang hanyu…

Puisi: Kepak Waktu (Karya Fridolin Ukur)

Kepak Waktu Sajak ulang tahun Sri ke-66 (I) Detik kembali membuka sayap mengepak-ngepak membawa tiupan angin hembusan panjang napas w…

Puisi: Jejak Angin pada Pasir (Karya Wayan Jengki Sunarta)

Jejak Angin pada Pasir telah kuakarkan gelisah pada nadi laut hingga menghunjam kalbu bumi dan aku menari nari memacu ombak menjaring me…

Puisi: Aku pun Berjanji (Karya Fridolin Ukur)

Aku pun Berjanji         Kutelusuri jejak-jejak hidup ini         dalam kepak sayap kenang, untuk kutulis         di tonggak waktu hari ini …

Puisi: Kereta Kencana (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Kereta Kencana Kereta janazah, kami duduk bersanding dengan sawur kembang mempelai Pejamlah, debar darah sesal karena was-was kehendak suara …

Puisi: Malaikat (Karya Gunoto Saparie)

Malaikat benarkah kau malaikat itu terbang merendah di dalam kamar menghempaskan sayap-sayapmu dengan tergesa-gesa di kasur? aku tak pernah mengenalm…

Puisi: Perjanjian Baru (Karya Hijaz Yamani)

Perjanjian Baru membuka jendela malam menatap langit menyingkap rahasia kota-kota yang rusuh di tanah airku membuka jendela, dan menatap langit sepan…

Puisi: Generasi (Karya Rusli A. Malem)

Generasi bergembiralah kau anak kecil dengan boneka-bonekamu yang mungil yang kau sayang dan kau timang-timang dalam duniamu yang cerlang. jalanan ki…

Puisi: Lanskap Sungai (Karya Hijaz Yamani)

Lanskap Sungai (1) – (bagi hari jadi kotaku ke-457) Kususuri lagi sekarang alur sungaimu sungaiku coklat susu (Kata kau kehidupan mulai di sini) meng…
© Sepenuhnya. All rights reserved.