Postingan

Puisi: Wajahku dan Wajah-Mu (Karya Syamsu Indra Usman)

Wajahku dan Wajah-Mu Wajahku dan wajah-Mu Terbenam di dalam satu muara cinta Lubuk Puding, 2003 Sumber:  Bisikan Malaikat (2012) Anali…

Puisi: Sungai (Karya Isbedy Stiawan ZS)

Sungai sungai ini juga yang mengantarku ke rahim ibu. Sungai Tulangbawang, 2010 Analisis Puisi : Puisi "Sungai" karya …

Puisi: Sri Menjahit (Karya Ahda Imran)

Sri Menjahit Di permukaan kain guntingku memisahkan siang dan malam Duduk tenang mengayuh mesin perjalananku meniti benang. Benang yang me…

Puisi: Ketika Kapal Merapat di Dermaga (Karya Tri Astoto Kodarie)

Ketika Kapal Merapat di Dermaga ada yang datang dan pergi membawa kopor-kopor, gelisah dan keasingan sebelum segalanya terkemaskan untuk menuju sampa…

Puisi: Arah Pulang (Karya Laeli Nurfadilah)

Arah Pulang Sudah terlalu jauh Kaki ini melangkah hilang arah Sampai tak kuasa lagi Menopangkan tubuh tuk terus melangkah Di situ aku terus mengingat…

Puisi: Dinner Scene (Karya Yuswadi Saliya)

Dinner Scene kegiatan yang baru ini memburu juga setiap waktu ia menterjemahkan, sementara seseorang mempersiapkan meja makan dan keinginan untuk men…

Puisi: Kehabisan Rahasia di Daerah Urban (Karya Yuswadi Saliya)

Kehabisan Rahasia di Daerah Urban Waktu jendela rumah dibuka lampu menyerbu bersama suara burung, lalat dan batuk; tak ada ketentraman di depan jende…

Puisi: Surat buat Gadis Pencari Kerang (Karya Tri Astoto Kodarie)

Surat buat Gadis Pencari Kerang kalau pasir itu telah tergores dan melukiskan jejak-jejakmu senyummu manis, gadis, menawarkan segar angin pantai  kul…

Puisi: Sepucuk Angin Merah (Karya Kinanthi Anggraini)

Sepucuk Angin Merah Darah terserap sejarah menatap ruh yang mengawang-awang berkeramas di telapak senja. Langit mengeropos dalam…
© Sepenuhnya. All rights reserved.