Postingan

Puisi: Jeju (Karya Cecep Syamsul Hari)

Jeju Ribuan lampu di jauh senja Seperti kota cahaya Di pantai Iho Lelaki-lelaki tua dalam temaram senja Melempar pancing ke…

Puisi: Empat Mil dari Kenangan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Empat Mil dari Kenangan Sepasang angsa di sudut taman pom bensin: Kusaksikan keajaiban dongeng dan biografi bersatu di situ. Se…

Puisi: Dedelduel (Karya Andy Sri Wahyudi)

Dedelduel Sore, hujan turun deras Seekor lalat muda bersayap satu berputar-putar kencang digigit semut merah dilantai ruang tamu. Ibu me…

Puisi: Buku (Karya Hendro Siswanggono)

Buku Selalu merindukannya saat memegang pensil dan meja tulis, tidak pernah menguap satupun kenangan dalam halaman-halaman yang terbuka. Bunga-bunga …

Puisi: Naga (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Naga Terbang. Terkam aku dalam igaumu! Naga: seringan taklimat perang, bergulung sepanjang petang, denting logam hari-hari yang bertarun…

Puisi: Molto Allegro (Karya Cecep Syamsul Hari)

Molto Allegro Seperti Neruda lelah menjadi manusia, malam itu aku pergi dan memanggil taksi. Ke mana? Ke mana saja, jawabku. …

Puisi: Perhitungan (Karya Hijaz Yamani)

Perhitungan Ingat baik-baik, sahabatku ketika kita kehilangan gasing ketika kita kehilangan layangan dan kita pun paling kehilangan tapak-tapak kita …

Puisi: Ziarah (Karya Arif Bagus Prasetyo)

Ziarah (- Spillville - Effigy Mounds) Enam batu ke Meskwaki. Enam cambuk air mancur Menggeletar pada altar musim gugur. Siang mengeran…

Puisi: Mantra Kematian (Karya Herman RN)

Mantra Kematian O, aku sudah melangkah ke masjid, gereja, pura, dan wihara Tak kudapati sebuah pun kitab yang mendidik saling tusuk dan tembak …
© Sepenuhnya. All rights reserved.