Puisi: Sanggah Kepala Rusa (Karya Frans Nadjira) Sanggah Kepala Rusa Hawa panas menyusup lagi. Terasing. Semakin sendiri kepala rusa Seperti gempa yang menggesernya miring dari cantelan. (penyak…
Puisi: Sembunyi Barangkali (Karya Theoresia Rumthe) Sembunyi Barangkali sembunyi, barangkali abadi. ke dalam gua-gua paling keriput; sembunyi berdendang pada nada dan lirik; sembunyi di dalam hitam put…
Puisi: Di Kebun Binatang (Karya Abinaya Ghina Jamela) Di Kebun Binatang Di kebun binatang, para hewan menunggu dengan kesepian, bertahan untuk tidak lari, mereka seperti penjahat, terpenjara. Kura-kura b…
Puisi: Ode Tiga Waktu (Karya Ahmad Yulden Erwin) Ode Tiga Waktu //1// Menatap arus sungai Mississippi, menatap bayangmu memetik cahaya pagi, juga kilau embun di daun-daun ceri, sebelum awan melepas …
Puisi: Kaluku (Karya Mariati Atkah) Kaluku sebagai batang, ia teguh bertahan dari musim yang meracau sampai kelak tubuhnya rubuh lalu tumbuh jadi tiang, lantai, dan pintu jadi meja dan …
Puisi: Si Nyoman Gila (Karya Frans Nadjira) Si Nyoman Gila Orang gila itu adalah Nyoman dengan lentera pagi hari menelusuri pasar-pasar. Dewa telah mati Chak Chak Chak Mari Sita, menari dalam h…
Puisi: Terminal (Karya Hijaz Yamani) Terminal Apakah aku harus berhenti di sini pada siklus yang digeret siang panjang begini Adakah engkau yang berdiri di situ menunggu colt penghabisan…
Puisi: Kugigit Batu Sungai (Karya Abrar Yusra) Kugigit Batu Sungai Tidak tentu lagi hari apa. Tapi jelas angin senja berkerosok di tepi hutan sepanjang sungai berkabut Sungai berbisik-bisi…
Puisi: Anak-Anak Suatu Kali (Karya Lazuardi Adi Sage) Anak-Anak Suatu Kali anak-anakku bertanya di mana letak sungai surga aku merentangkan tangan di kedua tapak tangan anak-anakku merentangkan tangan be…