Postingan

Puisi: Hari Berangkat Dewasa (Karya Moh. Wan Anwar)

Hari Berangkat Dewasa lihatlah hari berangkat dewasa matahari mengajari kita agar tak berdusta membagikan kasih sayangnya kepada setiap cinta lihatla…

Puisi: Takdir (Karya Gunoto Saparie)

Takdir betapa pahit menerima takdir mengikuti jejak-jejak orang tua melenggang tak tahu harus ke mana dengan netra penuh kabut samar betapa pahit men…

Puisi: Pintu (Karya Korrie Layun Rampan)

Pintu ( 1 ) Pintu biru diketuk dari luar Siapakah yang berdiri di situ Dengan suara yang lirih samar Kujenguk dari jendela bersama angin gemetar Hany…

Puisi: Pintu (Karya Muhammad Haji Salleh)

Pintu pada peluang pertama dia menyingkirkan linkung riuh dan menanggalkan tuntutan, manakala akal tidak menentang dan berbalahan menguatkan arah. Ya…

Puisi: Lepaskan Burung-Burung (Karya Abrar Yusra)

Lepaskan Burung-Burung         Kata-kata, hangatnya burung hidup di genggaman, lepaskan, lepaskan burung hidup di genggaman tanganmu:         Lepaska…

Puisi: Demokrasi (Karya Melki Deni)

Demokrasi Apakah engkau percaya dan masih mengagumi demokrasi, kekasihku? Sebab sesungguhnya demokrasi adalah negara yang dipimpin oleh kita, dari ki…

Puisi: Memelihara Lautan Matahari (Karya Ari Setya Ardhi)

Memelihara Lautan Matahari matahari perkawinan telah membakar jasad cinta, melunaskan pertengkaran masa lalu, melebur nurani kita dalam kekekalan lau…

Puisi: Gadis Main Piano (Karya Mahbub Djunaidi)

Gadis Main Piano Kenangan di Aula SMA 1-B Mengembang bulan di langit kelabu Gadis asyik bermain sendiri Di luar kemuning gemersik lagu Membuat irama …

Puisi: Dalam Kirai Sayap Waktu (Karya Korrie Layun Rampan)

Dalam Kirai Sayap Waktu Dalam kirai sayap waktu Engkaukah di situ Suara samar lirih Seakan-akan merangkai tasbih Gugusan kebun apel Suara serangga Me…
© Sepenuhnya. All rights reserved.