Postingan

Puisi: Hidup yang Kita Syukuri (Karya Nanang Suryadi)

Hidup yang Kita Syukuri : kunthi hastorini hidup yang kita jalani, hidup yang kita syukuri dengan tawa atau tangis melebur dalam c…

Puisi: Nyanyian Seorang Pendosa (Karya Moh. Wan Anwar)

Nyanyian Seorang Pendosa Akhirnya kutangkap juga isyarat itu, lengkingan Yang mememarkan jiwaku, menyayat telingaku Kulihat sakit tersenyum sinis di …

Puisi: Lagu Braga Malam (Karya Moh. Wan Anwar)

Lagu Braga Malam dengan siapa lagi aku mesti bercakap selain dengan hati sendiri. Atau jalan lengang di antara bangunan angkuh yang berhadapan saat s…

Puisi: Dalam Deru Waktu (Karya Moh. Wan Anwar)

Dalam Deru Waktu dalam deru waktu, dulu, air di ladangmu membasuh luka usia. Bulir-bulir padi musim panen sayur mayur, juga hatimu, merunduk ke henin…

Puisi: Sendiri Berbaring dalam Kamar sebuah Losmen (Karya Soekoso DM)

Sendiri Berbaring dalam Kamar sebuah Losmen lesu     ku ku         baringkan         sejak separoh jiwa         porak kau bawa luka     ku ku        …

Puisi: Perarakan (Karya Adri Darmadji Woko)

Perarakan Perarakan itu berangkat sore hari dan rumah-rumah menutup pintunya, tetapi gumam mereka terdengar di antara serbuk bakaran menyan. Kau yang…

Puisi: Sajak Orang Jatuh Cinta (Karya Darwanto)

Sajak Orang Jatuh Cinta Kau berpikir, kau air, yang mengalir, ke lautan cinta kau merenung, kau burung yang terkurung, dalam sangkar cinta kau terbay…

Puisi: Hari Berangkat Dewasa (Karya Moh. Wan Anwar)

Hari Berangkat Dewasa lihatlah hari berangkat dewasa matahari mengajari kita agar tak berdusta membagikan kasih sayangnya kepada setiap cinta lihatla…

Puisi: Takdir (Karya Gunoto Saparie)

Takdir betapa pahit menerima takdir mengikuti jejak-jejak orang tua melenggang tak tahu harus ke mana dengan netra penuh kabut samar betapa pahit men…
© Sepenuhnya. All rights reserved.