Postingan

Puisi: Perarakan (Karya Adri Darmadji Woko)

Perarakan Perarakan itu berangkat sore hari dan rumah-rumah menutup pintunya, tetapi gumam mereka terdengar di antara serbuk bakaran menyan. Kau yang…

Puisi: Sajak Orang Jatuh Cinta (Karya Darwanto)

Sajak Orang Jatuh Cinta Kau berpikir, kau air, yang mengalir, ke lautan cinta kau merenung, kau burung yang terkurung, dalam sangkar cinta kau terbay…

Puisi: Hari Berangkat Dewasa (Karya Moh. Wan Anwar)

Hari Berangkat Dewasa lihatlah hari berangkat dewasa matahari mengajari kita agar tak berdusta membagikan kasih sayangnya kepada setiap cinta lihatla…

Puisi: Takdir (Karya Gunoto Saparie)

Takdir betapa pahit menerima takdir mengikuti jejak-jejak orang tua melenggang tak tahu harus ke mana dengan netra penuh kabut samar betapa pahit men…

Puisi: Pintu (Karya Korrie Layun Rampan)

Pintu ( 1 ) Pintu biru diketuk dari luar Siapakah yang berdiri di situ Dengan suara yang lirih samar Kujenguk dari jendela bersama angin gemetar Hany…

Puisi: Pintu (Karya Muhammad Haji Salleh)

Pintu pada peluang pertama dia menyingkirkan linkung riuh dan menanggalkan tuntutan, manakala akal tidak menentang dan berbalahan menguatkan arah. Ya…

Puisi: Lepaskan Burung-Burung (Karya Abrar Yusra)

Lepaskan Burung-Burung         Kata-kata, hangatnya burung hidup di genggaman, lepaskan, lepaskan burung hidup di genggaman tanganmu:         Lepaska…

Puisi: Demokrasi (Karya Melki Deni)

Demokrasi Apakah engkau percaya dan masih mengagumi demokrasi, kekasihku? Sebab sesungguhnya demokrasi adalah negara yang dipimpin oleh kita, dari ki…

Puisi: Memelihara Lautan Matahari (Karya Ari Setya Ardhi)

Memelihara Lautan Matahari matahari perkawinan telah membakar jasad cinta, melunaskan pertengkaran masa lalu, melebur nurani kita dalam kekekalan lau…
© Sepenuhnya. All rights reserved.