Puisi: Langgam Banten (Karya Husnul Khuluqi) Langgam Banten di manakah mesti kuukir namamu di siang segerah ini, aku sasar di bawah hitam bayang matahari aku telah kehilangan sepasang jejak kaki…
Puisi: Kau (Karya Ita Dian Novita) Kau kau adalah air yang tak tergenggam jemari rinduku kau adalah api yang sesaat memberubuh dan seketika lenyap dibilas gelombang kau adalah angin ya…
Puisi: Perempuan dalam Kertas Suara (Karya Husnul Khuluqi) Perempuan dalam Kertas Suara engkau mulai gemar bernyanyi. engkau juga rajin berkhutbah. suaramu tumpang tindih dengan kosa kata yang tidak pada temp…
Puisi: Wanita yang Kencing di Semak (Karya Mardi Luhung) Wanita yang Kencing di Semak Wanita yang kencing di semak takut apa, jengah apa? kerumitan-rahasianya terbuka pada rumput, batu dan tanah bayangan pu…
Puisi: Hilang (Karya Ita Dian Novita) Hilang aku tidak lagi menjadi api dalam panasmu karena badai siang itu memadamkannya, aku tidak lagi menjadi awan dalam biru langitmu kilatan petir m…
Puisi: Syair Hujan (Karya Cecep Syamsul Hari) Syair Hujan Membayangkan kau duduk di kursi goyang, empat puluh tahun kemudian. Membaca kumpulan puisi seorang penyair; ia menulisnya pada suatu masa…
Puisi: Sesobek Surat untuk Indonesiaku (Karya Husnul Khuluqi) Sesobek Surat untuk Indonesiaku selamat pagi Indonesiaku, apa kabarmu? apa yang sedang kau lakukan di hari-hari terakhir ini ketika kekeringan ada di…
Puisi: Syair Tanah Basah (Karya Ita Dian Novita) Syair Tanah Basah dingin mengendap di tanah basah ketika aku terjaga dan segera melepas jubahku berkas berkas bukan lindap di kabut tua luruh dalam b…
Puisi: Fragmen Pagi (Karya Husnul Khuluqi) Fragmen Pagi -kisah di pabrik "jangan bermimpi. tak ada surga di sini," seseorang dengan wajah garang menghardikku, di antara kantuk mata d…