Postingan

Puisi: Kesedihan Pagi Hari (Karya Cecep Syamsul Hari)

Kesedihan Pagi Hari Seperti malam sebelumnya, kau tinggalkan untukku cinta yang melahirkan kesedihan pagi hari. Sebuah roman, mungkin sebuah film ata…

Puisi: Kutunggu Kau di Stasiun Kota Sodom (Karya Aslan Abidin)

Kutunggu Kau di Stasiun Kota Sodom untuk kepulanganmu, telah aku kepak berjilid-jilid rindu. kujemput kau di stasiun kota sodom, tempat aku berharap …

Puisi: Tukang Cukur (Karya Mardi Luhung)

Tukang Cukur Pilihkan kepala yang tengkorak-atasnya bisa dikupas, pikirannya bisa diremas, sebab di lanskap-belakang, penggerutu berbaris sambil mend…

Puisi: Rajah di Antara Kedua Buah Dada (Karya Aslan Abidin)

Rajah di Antara Kedua Buah Dada --kepada Yth. Bapak Haji Muhammad Soeharto bila esok lusa, tuan bertemu seorang pelacur dengan rajah: "bahaya la…

Puisi: Menggambar Musi (Karya Husnul Khuluqi)

Menggambar Musi "bila kaurindu kotaku gambarlah Musi dengan sepuluh jari," katamu di senja yang beku maka dengan pucuk-pucuk jari kugambar …

Puisi: Jiwa Penyair (Karya AEF Sanusi)

Jiwa Penyair Mengapa kau datang padaku Aku kesunyian sejati rumahku alam semesta, ruangku gua keheningan halamanku padang ilalang, pagarku pohon-poho…

Puisi: Syair Sebelum Senja (Karya Cecep Syamsul Hari)

Syair Sebelum Senja Di jalan Braga. Potongan-potongan kertas menyerupai puluhan panji berwarna langit siang hari. Sebentar lagi hujan. Pintu separuh …

Puisi: Syair Pohon yang Terbakar (Karya Mardi Luhung)

Syair Pohon yang Terbakar Pohon yang terbakar mengingatkan aku pada gedung-gaib yang juga terbakar di tempat bukan ini warnanya-api, api-aneh seperti…

Puisi: Sepi Itu (Karya Aslan Abidin)

Sepi Itu setelah ia menyengat seluruh sendimu dan meresap ke dalam sunsummu. sepi itu lalu memaksamu menangis. ia mengayunkan kapaknya ke jantungmu, …
© Sepenuhnya. All rights reserved.