Postingan

Puisi: Panorama Cikini di Suatu Malam (Karya Widodo Arumdono)

Panorama Cikini di Suatu Malam (Di depan taman seni berjajar warung kopi) "Hendak kau apakan lagi malam yang telah larut ini, Emilia? Aku pernah…

Puisi: Senandung Tanah Impian (Karya Syaukani Al Karim)

Senandung Tanah Impian Aku terkenang mimpi-mimpimu tentang istana kecil dengan taman bunga yang indah di sudut tanjung kampung halaman kita. "It…

Puisi: Sore Hari Berjalan Menuju Laut (Karya Nurhayat Arif Permana)

Sore Hari Berjalan Menuju Laut sore hari berjalan menuju laut kau pandang matahari agak condong kemerahan kilaunya kau bernyanyi sepanjang pantai men…

Puisi: Di Lautan Waktu (Karya Sondri BS)

Di Lautan Waktu Negeri-negeri yang terkubur dalam mimpiku, dengan selaksa kabut yang tak henti menimbun permukaan daratan dan lautan mengamuk di sana…

Puisi: Potret Kita (Karya Widodo Arumdono)

Potret Kita dua bintang berpaling menggigit ujung sembilu hujan rawan melukis dua lautan hati : tak juga mengarami api rindu dendam. Jakarta, 1999 Su…

Puisi: Stanza Lara (Karya Nurhayat Arif Permana)

Stanza Lara jiwa terbang lelaki malang di persimpangan airmata menghapus jejaknya dengan sayap separuh patah sendiri tanpa kemudi tanpa kendali menga…

Puisi: Hatta, Lagu Sederhana Tanah Air Kita (Karya Sondri BS)

Hatta, Lagu Sederhana Tanah Air Kita Indonesia: nenek moyang siapa yang menerukannya dalam sebuah nama Indonesia: merdeka jiwanya, merdeka badannya, …

Puisi: Siluet Kanak-Kanak (Karya Oka Rusmini)

Siluet Kanak-Kanak angin memainkan tariannya aku kegirangan sepasang daun kapuk jatuh, menutup tanah dan kaki bau daunnya menghidupkan tanah aku mula…

Puisi: Stanza Air Mata (Karya Nurhayat Arif Permana)

Stanza Air Mata yang berurai mengalir merayap itu adalah tetesmu nyimpan naluri embun hening dalam pupusnya padang semesta nembang amarah sunyi diaml…
© Sepenuhnya. All rights reserved.