Postingan

Puisi: Lagu Gunung Kidul (Karya Sapardi Djoko Damono)

Lagu Gunung Kidul hidup hari berayun-ayun pada cangkul-cangkul lagu sederhana bibir gemetar dari gunung kidul sudut kerontang tanah air yang kupertah…

Puisi: Tanah Air Mata (Karya Sutardji Calzoum Bachri)

Tanah Air Mata tanah air mata tanah tumpah dukaku mata air airmata kami airmata tanah air kami di sinilah kami berdiri menyanyikan airmata kami di ba…

Puisi: Pertemuan di Pinggir Kali (Karya W.S. Rendra)

Pertemuan di Pinggir Kali Bulan di air kali, berdekapan kami di tebing rumputan mengurai jumlah rindu yang didukung wajahnya mengibas kesepian…

Puisi: Tetembangan (Karya Sapardi Djoko Damono)

Tetembangan burung kepodang dipupus pisang genta gerobak nyaringnya begini di dusun sayang di dusun yang lengang lama betul kau tak membeli burung ke…

Puisi: Ke Pelabuhan (Karya Toeti Heraty)

Ke Pelabuhan benarkah setiap senja matahari masih terbenam juga kasihku? pernah kupelajari, sudah sekian waktu yang lalu, bahwa bulan mengitari du…

Puisi: Di Meja Makan (Karya W.S. Rendra)

Di Meja Makan Ia makan nasi dan isi hati pada mulut terkunyah duka tatapan matanya pada lain sisi meja lelaki muda yang dirasa tidak lagi …

Puisi: Sehabis Suara Gemuruh (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sehabis Suara Gemuruh sehabis suara gemuruh itu yang tampak olehku hanyalah tubuhmu telanjang dengan rambut ter…

Puisi: Yaman Wulung (Karya Abdul Wachid B. S.)

Yaman Wulung Al-jaza’ al-yamani akik yamani hitam pekat dan semoga hati kau aku akui tidaklah terikat oleh syahwat suatu hari kekasih …

Puisi: Serenada Hitam (Karya W.S. Rendra)

Serenada Hitam (1) Aku akan masuk ke dalam hutan Lari ke dalam hutan Menangis ke dalam hutan. Kerna mereka telah memisahkan kami: aku dan…
© Sepenuhnya. All rights reserved.