Puisi: Hikayat Sebuah Jukung (Karya John FS. Pane) Hikayat Sebuah Jukung ia berlabuh sendiri semenjak subuh membasuh wajah ke hilir arah dipandang, ke dingin muara arah dituju peta dan segala petunjuk…
Puisi: Setelah Badai Reda (Karya Elisa Dewi Kristina Marpaung) Setelah Badai Reda Tahun 2022 lalu aku merasa dunia akan runtuh, saat genggaman jarimu yang tak lagi bisa kugenggam. Namun waktu adalah penyembuh yan…
Puisi: Bila Suatu Hari Nanti (Karya Handrawan Nadesul) Bila Suatu Hari Nanti Aku Tak Dapat Lagi Melakukannya Sendiri Bila suatu hari nanti aku tidak dapat lagi melakukannya sendiri, sekiranya kamu sempat,…
Puisi: Sumpah Buruh (Karya Abdul Wachid B. S.) Sumpah Buruh kita manusia indonesia beralam satu alam indonesia kita manusia indonesia bermodal satu modal indonesia kita manusia in…
Puisi: Keluarga Puisi (Karya Joko Pinurbo) Keluarga Puisi Aku mendapat tugas mengarang dengan tema keluarga bahagia. Aku siap melaksanakan tugas. Semoga…
Puisi: Tamu (Karya Goenawan Mohamad) Tamu Dengan raut kusut, dengan kaus apak dan bibir luka, Don Quixote diminta berdiri di balkon itu, menghadap ke arah plaza. Kota…
Puisi: Aku Tidak Melihatmu (Karya Handrawan Nadesul) Aku Tidak Melihatmu Pada Ingar-Bingar Kehidupanku Wahai riuh semesta sukmaku Sudahkah tegar langkah ziarahku Mulai belajar meninggalkanmu Mencari ara…
Puisi: Singer (Karya Agus R. Sarjono) Singer Seorang lelaki berkutat bebaskan budak dalam diri, menulis musuh dalam kisah cinta sejati. Tapi …
Puisi: Klenteng Tjo Soe Kong (Karya Rini Intama) Klenteng Tjo Soe Kong Ada sebuah pintu dari masa lalu di kampung Tanjung kait Enam tiang berwarna merah, patung naga dan burung hong di atas atap Sep…