Puisi: Penyair (Karya Iswadi Pratama) Penyair Aku selalu tumbuh bagi teman-teman, untuk setiap orang menciptakan kubangan cahaya kata-kata …
Puisi: Lembah dan Bukit (Karya Lazuardi Anwar) Lembah dan Bukit Lembah bukit bukit dan lembah di sela napas dua bukit di lembah napas menggeletak. Lembah lembah lembah lembah. Bukit bukit bukit bu…
Puisi: Jalan Setapak (Karya Iswadi Pratama) Jalan Setapak Engkau jalan setapak di pinggiran tanjungkarang meliuk di pinggang bukit, lempang di landai panta…
Puisi: Singapura (Karya Lazuardi Anwar) Singapura Sebuah kota sedang melalap bangganya sendiri di puncak selang seling kenderaan bergisir sepi telah lama mati ketika kita saling mendekati. …
Puisi: Lanskap (Karya Iswadi Pratama) Lanskap Di rumpun perdu mimpi sebutir batu warna jernih pagi datang kepada tepi tak berkata, tercerap c…
Puisi: Lahir Sesudah Itu Apa (Karya Lazuardi Anwar) Lahir Sesudah Itu Apa Memberat janin di sela-sela usus lahir bernapas sesudah itu apa. Apa yang bisa dicatat berakhir terlepas tiada lagi. Kembali ya…
Puisi: Aku Akan Melupakanmu dengan Tenang (Karya Iswadi Pratama) Aku Akan Melupakanmu dengan Tenang (1) Aku telah mencintaimu terlalu dalam dan menerima begitu banyak rasa sakit…
Puisi: Dalam Bayang (Karya Lazuardi Anwar) Dalam Bayang Dalam bayang luka riang riak laut danau meramu ke dalam. Angin sore menampar pada pipi aiih, apakah engkau gadis yang kucari ombak danau…
Puisi: Jangan Biarkan Aku Kelu (Karya Taufiq Ridwan) Jangan Biarkan Aku Kelu Telanjanglah depanku O engkau yang ada Ataukah engkau Tiada? Antara wajah engkaukah itu menatap? Anta…