Postingan

Puisi: Jejakmu (Karya Abraham Dali Darto)

Jejakmu Jejakmu menghantarkan aku dalam pelukanmu Yang senantiasa aku terjatuh dalam peluh percintaan Memancarkan cahaya seperti mutiara Bagaimana ku…

Puisi: Panggil Aku Puisi (Karya Moh. Ghufron Cholid)

Panggil Aku Puisi Bila kau kehabisan cara Menyuarakan segala Panggil aku puisi Aku yang akan menyuarakan Sampai kebenaran Benar-benar sampai dalam ge…

Puisi: Simpang Cinta (Karya Moh. Ghufron Cholid)

Simpang Cinta Mari, marilah mari Kita rasakan debaran Simpang cinta Yang mengasingkan nestapa Simpang yang membuatmu betah Bersetia dalam berkhidmah …

Puisi: Tahun, Tahun, Tahunku (Karya Aspar Paturusi)

Tahun, Tahun, Tahunku ada yang lama ada yang baru yang lama milik siapa yang baru milik siapa siapa pada yang lama siapa pada yang baru…

Puisi: Numpang Bertanya (Karya F. Rahardi)

Numpang Bertanya kawat, numpang bertanya: bagaimana cara yang betul dan bertanggungjawab untuk bertanya dengan sikap sopan aku memang ingi…

Puisi: Kelak Kemudian Hari (Karya F. Rahardi)

Kelak Kemudian Hari laki-laki dan perempuan ditanyai laki-laki dan perempuan diuji namanya siapa beragama apa nabinya bagaimana laki-l…

Puisi: Genosida (Karya Pulo Lasman Simanjuntak)

Genosida di sebuah gedung kesenian purba terbelah empat penjuru kota diprotes sejak pandemi mewabah masih saja sejumlah berkas puisi terluka disebar …

Puisi: Gema Secuil Batu (Karya Iswadi Pratama)

Gema Secuil Batu (- SS) Ada yang terus menjauh kebun randu, rumpun perdu, dan angin abu-abu seperti tepuk…

Puisi: Nelayan Pantai Barat (Karya Lazuardi Anwar)

Nelayan Pantai Barat Bukit curam bukit batu menggeliat dipanggang hari pecah-pecah ombak bersimpuh di lututnya matahari terjun ke balik batu karang. …
© Sepenuhnya. All rights reserved.