Postingan

Puisi: Daun Pintu Itu (Karya Pulo Lasman Simanjuntak)

Daun Pintu Itu peluk daun pintu itu ke dalam bantal mimpimu menguras serat-serat kayunya dengan pahat air lidah (maka kita akan dibawa ke pulau-pulau…

Puisi: Telerisme (Karya F. Rahardi)

Telerisme leherku leher botol         ludahmu                 enam botol         darahku benjol—benjol                         dunia akhirat direbus …

Puisi: Kucubit Pipi Kuala Lumpur (Karya Lazuardi Anwar)

Kucubit Pipi Kuala Lumpur Ada dengus dari kubur dalam tanur matahari yang semakin meninggi kucubit pipi kuala lumpur. Kalau di sini ada sahabat kupel…

Puisi: Menurut Sastro (Karya F. Rahardi)

Menurut Sastro yogyakarta, senin menurut ingkang mbaurekso gunung kidul raden mas sastro menggolo amangku swargo neroko situasi kota wonosari dan sek…

Puisi: Malam di Pelabuhan Tinggal (Karya Lazuardi Anwar)

Malam di Pelabuhan Tinggal Ombak kecil menggelitik kaki dermaga laut hitam pantai hitam malam-malam. Deru sepinya sendiri pelabuhan kecil lama tertin…

Puisi: Thermobabi (Karya F. Rahardi)

Thermobabi     nol derajat babi sekarat         pantatnya digubal es     enam derajat babi melompat         pastor ditendang             kuali dibera…

Puisi: Melaka Diremas Sepi (Karya Lazuardi Anwar)

Melaka Diremas Sepi Melaka diremas sepi angin lembut langkah hang tuah dekat perigi datanglah ke mari bersenda dengan puisi. Benteng portugis menatap…

Puisi: Sajak Perjalanan Episode Pertama (Karya Pulo Lasman Simanjuntak)

Sajak Perjalanan Episode Pertama badai mengamuk dari mulut sungai tak tercatat dalam kitab wajahmu membatu batasi bibir laut aku sendiri bahasa bisu …

Puisi: Kali (Karya Anthony Sutanto Atmaja)

Kali Pada jembatan lengkung aku berdiri gigil. Air menggigil sepi-tubuh sebelum membenamkannya dalam arus deras, sederas pikirku tentang-…
© Sepenuhnya. All rights reserved.