Postingan

Puisi: Sore Hari Berjalan Menuju Laut (Karya Nurhayat Arif Permana)

Sore Hari Berjalan Menuju Laut sore hari berjalan menuju laut kau pandang matahari agak condong kemerahan kilaunya kau bernyanyi sepanjang pantai men…

Puisi: Sungai-Sungai Mengalir (Karya Ariffin Noor Hasby)

Sungai-Sungai Mengalir Sungai-sungai mengalir ke udara aku saksikan dalam diriku membawa dzikir perahu sampai ke seberang waktu aku mendengar lagi su…

Puisi: Celana (Karya Joko Pinurbo)

Celana  (1) Ia ingin membeli celana baru buat pergi ke pesta supaya tampak lebih tampan dan meyakinkan. Ia telah mencoba seratus model ce…

Puisi: Jaring-Jaring (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi)

Jaring-Jaring Kali ini Nelayan menebar jaring di laut Menangkap ikan Kali lain Tuhan menebar jaring maut Menangkap insan. S…

Puisi: Kasidah Perjalanan (Karya Ariffin Noor Hasby)

Kasidah Perjalanan Berjalan di trotoar kota-kota aku melihat dalam langkahmu kasidah waktu mengantarkan gerak ke dalam hati menempuh keyakinan dalam …

Puisi: Ketika Kereta Api Menembus Malam (Karya Juniarso Ridwan)

Ketika Kereta Api Menembus Malam bentangan rel ini mempertemukan bumi dengan malam, gerimis segera membuat sketsa di kaca jendela: daun ilalang berje…

Puisi: Air Wudhu Sebuah Kota (Karya Ariffin Noor Hasby)

Air Wudhu Sebuah Kota Kukirim air wudhu untuk sebuah kota yang kau baringkan di depan masjid tua tapi aku tak tahu cukupkan ia untuk membersihkan hat…

Puisi: Malam di Kota Khatulistiwa (Karya Wiji Thukul)

Malam di Kota Khatulistiwa Bulan membayang di pelabuhan yang tak capek-capek. di dermaga. Mesin kapal gemetar mempermainkan sinar lampu …

Puisi: Kita Berdua (Karya Fikar W. Eda)

Kita Berdua Kita berdua di tengah hujan dalam langkah kecil sepanjang trotoar membagi senyum pada siapa saja membagi sapa untuk siapa saj…
© Sepenuhnya. All rights reserved.