Puisi: Jebakan Kata Hampa (Karya Amanda Amalia Putri) Jebakan Kata Hampa di atas jam 10 malam, semua kesalahan, penyesalan menumpuk menjadi satu halaman terlalu liar berimajinasi sampai menciptakan skena…
Puisi: Gemak (Karya Piek Ardijanto Soeprijadi) Gemak gemak segenggam siburung puyuh lari cepat di tanah-tanah yang betina amat kukuh berlaga betapa betah gemak yang segan terbang jangan pergi ke l…
Puisi: Jam Malam untuk Pengkhayal (Karya Amanda Amalia Putri) Jam Malam untuk Pengkhayal pergi sebagai manusia, pulang sebagai beban mengakui kengerian atas ketidaktahuan yang baru saja lewat di jam malam mengur…
Puisi: Warna Sakit yang Hilang (Karya Herry Lamongan) Warna Sakit yang Hilang apalagi yang mesti dirundingkan di sini setelah semua warna sakit dan para pembahasnya digiring ke pojok engkau masukkan ke p…
Puisi: Pagi di Kampung Halaman (Karya Gunoto Saparie) Pagi di Kampung Halaman (1) pagi pun lembab di desa kampung halaman yang dingin cahaya matahari belum ada berselimut awan dan hujan namun kehidupan p…
Puisi: Si Buta (Karya Wiji Thukul) Puisi Si Buta semenjak pagi bangun mataku terbuka sibuk menyiapkan mimpi semenjak matahari bangkit sampai hari ini hidupku tidur dan menguap dan bang…
Puisi: Jalan Sendiri (Karya Remy Sylado) Jalan Sendiri Aku ingin tersesat di jalan yang berulang kulalui sendiri sejak usia teruna siapa nyana datang kereta penjemput membawa atma…
Puisi: Penghuni Liar (Karya Amanda Amalia Putri) Penghuni Liar menjajakan aroma terapi dari pintu ke pintu sebagian rumah telah dijajah penghuni liar benar-benar memanjakan rasa kecanduan emosional …
Puisi: Bendera di Atas Makam (Karya Herry Lamongan) Bendera di Atas Makam Makam siapa menyapaku lewat bendera? Topi baja di arah kepala Merimbun di sisi utara Ia seorang tentara Gugur dalam perang geri…