Postingan

Puisi: Menunggu Gerimis Reda (Karya Gunoto Saparie)

Menunggu Gerimis Reda ketika angin malam mendesir ranting dan dedaunan pun gemetar kaukah menunggu gerimis reda ? detik arlojimu cemas tak b…

Puisi: Ketika Aku Tak Lagi Menjadi Aku (Karya Rizal De Loesie)

Ketika Aku Tak Lagi Menjadi Aku Siapa aku ketika tak lagi sibuk menjadi aku? Aku duduk mendengar napas sendiri. Tarik. Hembus… Lama-lama suara itu bu…

Puisi: Bertemulah Engkau dengan Mempelaiku (Karya Shinta Miranda)

Bertemulah Engkau dengan Mempelaiku Bulan nopember saat angin lebih rajin menari salsa Dan sulit buat diri ini mengikuti iramanya Maka kedua kakiku l…

Puisi: Keberangkatan (Karya Gunoto Saparie)

Keberangkatan dan kau pun bergegas dalam gerimis           ketika malam berjalan makin jauh           kabut turun merayap sampai subuh menyelinap ke …

Puisi: Sekiranya bukan Kalau (Karya Idrus Tintin)

Sekiranya bukan Kalau Kalau seluruh laut bersatu alangkah besarnya laut Kalau seluruh pepohonan bersatu alangkah besarnya pohon …

Puisi: Pada Sebuah Kota Lama (Karya Gunoto Saparie)

Pada Sebuah Kota Lama pada sebuah kota lama kutemukan duka ada rasa cemas akan kehilangan ada jejak-jejak yang masih membekas ketika riwayat membeku …

Puisi: Belerang Biru (Karya Husain Landitjing)

Belerang Biru (1) ia sangat rindu untuk sampai lekas ke rumahnya lantaran janji serta suatu kehendak besar betapapun beratnya mengatasi akan sebuah m…

Puisi: Pada Malam dari Seribu Bulan (Karya Upita Agustine)

Pada Malam dari Seribu Bulan Muara dari seribu malam Bintang-bintang merendah Gunung-gunung meninggi Bergetar di bibir langit Dan ketika …

Puisi: Ketika Berangkat Kuliah (Karya Gunoto Saparie)

Ketika Berangkat Kuliah 1975 antara patehan kidul sampai purwanggan aku menghela angin dan harapan menikmati gelisah detik arloji di tangan hanyut pa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.