Postingan

Puisi: Di Seberang Matahari (Karya Upita Agustine)

Di Seberang Matahari (Kepada Sutan Usman yang Dipertuan Tuanku Tuo) Di pelupuk matahari Di pelupuk mata hati Merambah bayang Sa…

Puisi: Dermaga (Karya Tri Astoto Kodarie)

Dermaga sudah kuhitung dengan jari-jari gemetaran perahu-perahu yang bersandar atau buih-buih ombak yang lamban berpacu padahal pohon-pohon nyiur pun…

Puisi: Lagu Bulan April (Karya Acep Zamzam Noor)

Lagu Bulan April Sebuah kolam adalah kekekalan Dengan akar-akar bakung yang khusyuk Serta bunga-bunganya ya…

Puisi: Di Seberang Waktu (Karya Upita Agustine)

Di Seberang Waktu (Kepada Yang Dipertuan Gadis Puti Reno Sori) Dari halaman ini Kubaca Kebencian dan dendam Yang meluluh lantak …

Puisi: Kubakar Cintaku (Karya Emha Ainun Nadjib)

Kubakar Cintaku Kubakar cintaku Dalam hening nafas-Mu Perlahan lagu menyayat Nasibku yang penat Kubakar cintaku Dalam sampai sunyi-Mu Agar lindap, ag…

Puisi: Gunung Agung (Karya Rusli A. Malem)

Gunung Agung Berikan aku asap dupa Sajen dan bunga mawar Patung buah dada Di mana Siwa mementil-mentil putingnya Berikan aku bau dan harum-haruman Ra…

Puisi: Piala (Karya Bakdi Soemanto)

Piala Sebuah piala darah dan anggur di atas meja kehidupan. Korban terbantai di jelaga kehidupan. Tak ada nama bisa …

Puisi: Siut Uwir Uwir Rimba Sore Hari (Karya Upita Agustine)

Siut Uwir Uwir Rimba Sore Hari Siut uwir uwir rimba sore hari Tak terdengar lagi Pulanglah nak sayang Jenjang rumah lah berlumut Sakek di…

Puisi: Romansa (Karya Rita Oetoro)

Romansa yang tersurat dan yang tersirat — kadangkala membuat kita tertawa dan menangis pada saat yang sama, bukan? biar, biarkan mereka mengatakan ki…
© Sepenuhnya. All rights reserved.